Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Penjaga Demokrasi

Minggu, 28 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Oleh: Sahrul Fariz
Nim : 251090200632
(Mahasiswa UNPAM Serang)

[BENTENESIA.NET] – Sejarah Indonesia dipenuhi oleh kisah orang-orang yang berani menyuarakan kebenaran, meski harus menghadapi berbagai risiko. Nama-nama seperti Marsinah, Wiji Thukul, dan Munir Said Thalib masih dikenang karena keberanian mereka memperjuangkan keadilan, hak-hak rakyat, serta kebebasan berpendapat.

Sebagian kasus yang berkaitan dengan mereka hingga kini masih menjadi perhatian publik dan terus mendorong tuntutan akan penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Baca Juga :  Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia

Peristiwa yang menimpa aktivis HAM Andrie Yunus juga menambah kekhawatiran mengenai keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. Terlepas dari siapa pelakunya dan bagaimana proses hukumnya berlangsung, setiap bentuk kekerasan terhadap aktivis patut diusut secara tuntas. Tidak seorang pun seharusnya menjadi sasaran kekerasan hanya karena menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat atau mengadvokasi kepentingan publik.

(Foto: NET)

Menurut keyakinan saya, bangsa yang maju bukanlah bangsa yang membungkam suara kritis, melainkan bangsa yang mampu menerima kritik sebagai bahan untuk memperbaiki diri. Rakyat yang cerdas, berani berpikir, dan aktif mengawasi jalannya pemerintahan bukanlah ancaman bagi negara. Sebaliknya, mereka merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat karena dapat mendorong terciptanya pemerintahan yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Perkembangan Pembelajaran Online di Era Globalisasi

Sejarah juga mengajarkan bahwa gagasan tidak dapat dihilangkan hanya dengan membungkam orang yang menyampaikannya. Tokoh-tokoh seperti Marsinah, Wiji Thukul, dan Munir tetap dikenang hingga hari ini karena pemikiran dan perjuangan mereka masih hidup dalam ingatan masyarakat.

Baca Juga :  Pentingnya LDKO Sebagai Pondasi Kepemimpinan dan Keorganisasian dalam Unit Kegiatan Olahraga

Oleh karena itu, negara yang kuat adalah negara yang mampu menjamin keamanan setiap warga untuk berpikir, berbicara, dan menyampaikan kritik secara damai sesuai dengan hukum, tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun kekerasan. Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis sebagai bentuk refleksi atas pentingnya menjaga demokrasi, kebebasan berpendapat, dan penegakan hukum yang adil bagi seluruh warga negara. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?
Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat
Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:54 WIB

Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?

Rabu, 30 September 2026 - 10:51 WIB

Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 10:49 WIB

Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB