Oleh: DIMAS HERMAWAN
Kelas: 02hksp006
Nim: 251090200496
(Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang)
[BANTENESIA.NET] – Setiap kita bangun tidur, Hal pertama yang kita cari pasti ponsel. Dalam sekejap kita langsung diserbu ratusan informasi di media sosial. Sekarang, bukan kita yang mencari informasi, tapi informasi yang menenggelamkan kita. Bukannya bikin makin pintar, banjir informasi ini malah sering bikin kita cemas dan malas berpikir kritis.
Banyak yang mengira makin banyak membaca informasi bikin makin luas wawasan kita. Padahal tidak selalu begitu. Otak yang terus menerus dijejali informasi tanpa henti akan kelelahan. Akibatnya, kita cuma membaca judulnya saja, langsung ambil kesimpulan, lalu membagikannya ke grup WhatsApp tanpa dicek dulu. Inilah mengapa hoaks dan fitnah sangat mudah menyebar.
Memang benar media sosial memudahkan kita mendapatkan informasi dengan cepat. Berbagai berita dan pengetahuan dapat diakses hanya melalui ponsel. Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan sikap bijak dalam memilih informasi. Jika tidak, kita dapat dengan mudah terpengaruh oleh hoaks, fitnah, atau informasi yang menyesatkan.
Jadi, tantangan kita sekarang bukan lagi mencari informasi, tapi menyaringnya. Kita butuh “diet informasi”. Otak kita butuh asupan yang bergizi, bukan “makanan sampah” seperti gosip atau berita bohong. Caranya? Batasi waktu main medsos, pilih sumber yang tepercaya, dan jangan langsung percaya sebelum memeriksa kebenarannya.
Pada akhirnya, orang cerdas di zaman digital bukan orang yang tahu segalanya, melainkan orang yang tahu informasi mana yang harus diabaikan. Menjadi bijak itu pilihan, dan itu dimulai dari jempol kita sendiri. ***







