Ibu-Ibu Perajin Bambu Tegal Maja Kini Belajar Jualan Online, Ini Jurus dari Dosen UNPAM Serang

Selasa, 20 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim pelaksana Program Studi Manajemen Unpam Kampus Serang bersama perajin Bambu Kreasi dan perwakilan kelurahan usai workshop di Kantor Kelurahan Tegal Maja, Kamis (8/10/2026). (Foto: Istimewa)

Tim pelaksana Program Studi Manajemen Unpam Kampus Serang bersama perajin Bambu Kreasi dan perwakilan kelurahan usai workshop di Kantor Kelurahan Tegal Maja, Kamis (8/10/2026). (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen (S1) Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Workshop pendampingan pemasaran digital bagi pelaku UMKM Bambu Kreasi, Desa Tegal Maja, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang. Kegiatan berlangsung pada Kamis (8/10/2026) di Kantor Kelurahan Tegal Maja, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Workshop bertajuk “Transformasi Digital UMKM Bambu Kreasi Tegal Maja: Pemasaran, SDM, dan Keuangan Berkelanjutan” ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital UMKM Bambu Kreasi Desa Tegal Maja melalui Pendampingan E-Commerce dan Media Sosial guna Mendukung Ekonomi Kreatif Berkelanjutan”. Program ini diketuai Ida Yubaedah, S.M., M.M., bersama anggota tim Aden Wijaya, S.Pd.I., M.M., dan Ibadurohmah, S.E., M.G.B., serta didukung mahasiswa. Pendanaan berasal dari dana kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Pamulang Kampus Serang.

Pembukaan kegiatan oleh dosen pelaksana bersama perwakilan mitra di Kantor Kelurahan Tegal Maja. (Foto: Istimewa)

Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Pamulang Kampus Serang atas kepedulian dosen dan mahasiswa yang hadir langsung mendampingi pelaku UMKM di desanya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam menguatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, khususnya kerajinan anyaman bambu yang telah menjadi bagian dari identitas Tegal Maja.

Ia berharap para perajin Bambu Kreasi memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya dengan menyimak materi, aktif berdiskusi, dan menerapkan ilmu yang diperoleh agar produk anyaman bambu semakin dikenal luas dan memberi manfaat bagi kesejahteraan keluarga perajin. Pemerintah desa, lanjutnya, mendukung kelanjutan pendampingan agar pelaku UMKM semakin siap bersaing di pasar digital.

Baca Juga :  Mengurangi Kebuntuan Kasus Subang: Mengapa Keadilan Kian Jauh dalam Negara Hukum

Kelompok usaha Bambu Kreasi dikenal sebagai pengolah anyaman bambu yang diwariskan turun-temurun. Para perajinnya, yang mayoritas ibu rumah tangga, menghasilkan lebih dari 30 jenis produk, mulai dari besek, hampers, hingga tas dan perlengkapan rumah tangga. Omzet kelompok usaha ini sekitar Rp15 juta per bulan, dan sampel produknya bahkan telah dikirim untuk penjajakan pasar ekspor.

Meski demikian, pemasaran produk masih bertumpu pada penjualan langsung dan promosi dari mulut ke mulut. Tim pelaksana mencatat sejumlah persoalan, antara lain literasi digital yang masih terbatas, belum adanya toko daring yang dikelola secara profesional, minimnya keterampilan fotografi dan konten pemasaran, serta branding dan storytelling yang belum kuat.

Kondisi ini mencerminkan tantangan UMKM secara nasional. Dari sekitar 64,2 juta unit UMKM di Indonesia, baru sekitar 25,5 juta unit atau 39,7 persen yang terhubung dengan ekosistem digital hingga Juli 2024, padahal UMKM menyumbang sekitar 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Baca Juga :  Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan

Rangkaian acara diawali pengisian kuesioner oleh peserta sebagai data awal sekaligus bahan evaluasi, dengan pendampingan mahasiswa bagi peserta yang membutuhkan bantuan. Dosen pelaksana kemudian memaparkan enam materi dengan bahasa sederhana dan menggunakan produk mitra sebagai contoh, yaitu pengenalan UMKM Bambu Kreasi, alasan UMKM harus go digital, literasi E–Commerce, fotografi produk dengan telepon pintar, pemanfaatan media sosial, serta branding, kemasan, dan Storytelling.

Peserta mengisi kuesioner sebelum pemaparan materi dimulai. (Foto: Istimewa)
Dosen pelaksana memaparkan agenda dan materi workshop kepada peserta. (Foto: Istimewa)

Salah satu sesi inti disampaikan oleh anggota tim pengabdian, Ibadurohmah, S.E., M.G.B., dengan materi “Branding, Kemasan, dan Storytelling”. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami bahwa produk kerajinan tidak cukup hanya diproduksi dengan baik, tetapi juga perlu memiliki identitas yang mudah dikenali. Materi tersebut mencakup penentuan nama merek, logo, dan tagline, pemilihan kemasan yang menarik sekaligus melindungi produk, serta penyusunan narasi atau cerita di balik produk anyaman bambu, mulai dari nilai budaya, proses pembuatan, hingga peran perajin.

Agar mudah dipahami, sesi ini dilengkapi contoh nyata berupa tas anyaman dan produk berlabel merek (Hang Tag) serta buku katalog bertema budaya anyaman. Peserta diajak menanggapi nilai jual, tampilan, dan cerita dari produk contoh tersebut, sehingga memperoleh gambaran bahwa label, kemasan, dan narasi yang tepat dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing kerajinan bambu di pasar daring.

Baca Juga :  Peningkatan Produktifitas Kerja Melalui Pengembangan Budaya Kerja Produktif untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi pada UMKM Desa Sasahan

Usai pemaparan, peserta duduk melingkar dalam sesi diskusi interaktif sambil melanjutkan pekerjaan menganyam. Format ini menempatkan perajin sebagai mitra diskusi sesuai pendekatan Participatory Action Research, sehingga mereka lebih leluasa menyampaikan kendala yang dihadapi. Usai sesi branding, diskusi berlangsung hangat dengan perajin menyampaikan tanggapan dan pengalaman mereka.

Diskusi interaktif pada sesi branding dan storytelling produk. (Foto: Istimewa)

Peserta dan tim juga mengunjungi area etalase kelompok usaha. Para perajin berbagi pengalaman sambil menganyam, sementara tim memperoleh gambaran kondisi produk, tata pajang, dan peluang dokumentasi untuk katalog digital.

Perajin berdiskusi dan berlatih menganyam di area etalase produk Bambu Kreasi. (Foto: Istimewa)

Evaluasi terhadap 15 peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pemasaran digital. Capaian skor naik dari 52,53 persen pada pre-test menjadi 63,73 persen pada post-test, atau meningkat 11,20 poin persentase.

Tim pelaksana menilai hasil tersebut menjadi modal awal yang baik. Namun, keterampilan praktik seperti pembuatan akun toko daring, pemotretan produk, dan unggahan konten masih memerlukan pendampingan individual karena tingkat literasi digital peserta beragam dan durasi Workshop terbatas.

Melalui pendampingan lanjutan yang berkesinambungan, kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok usaha diharapkan dapat membawa anyaman bambu Tegal Maja menembus pasar yang lebih luas. Dari tangan-tangan perajin di desa, karya bambu itu kini bersiap melangkah ke layar ponsel pembeli di mana pun berada. ***

Berita Terkait

Penerapan Manajemen Keuangan Untuk Mengendalikan Biaya Operasional Dan Meningkatkan Profitabilitas Peternakan Ayam Broiler
Mahasiswa UNPAM Serang Latih Siswa SMAN 1 Kramatwatu Manfaatkan Digital Marketing untuk Mengembangkan Peluang Bisnis
Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat
UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Dosen Unpam Kampus Serang Gelar PKM, Tingkatkan Produktivitas Pengelola BUMDes di Lebak
Universitas Pamulang Gelar PKM di Desa Bejod Lebak, Tingkatkan Kesiapan Kerja Masyarakat
Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, Siswa SMAN 8 Pandeglang Diajak Bijak Kelola Uang
Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ibu-Ibu Perajin Bambu Tegal Maja Kini Belajar Jualan Online, Ini Jurus dari Dosen UNPAM Serang

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Penerapan Manajemen Keuangan Untuk Mengendalikan Biaya Operasional Dan Meningkatkan Profitabilitas Peternakan Ayam Broiler

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:19 WIB

Mahasiswa UNPAM Serang Latih Siswa SMAN 1 Kramatwatu Manfaatkan Digital Marketing untuk Mengembangkan Peluang Bisnis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:17 WIB

UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Berita Terbaru