Hilangnya Jiwa Pancasila di Kalangan Pelajar Jadi Sorotan, Pengamatan di Sajira Ungkap Berbagai Fenomena Sosial

- Redaktur

Selasa, 9 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

[BANTENESIA.NET], Lebak – Menurunnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar menjadi perhatian serius masyarakat dan lingkungan pendidikan. Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi yang dilakukan, Selasa (9/6/2026), di Kampung Paja, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, ditemukan berbagai perilaku pelajar yang dinilai mulai menjauh dari nilai luhur bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara sejatinya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Namun, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, sejumlah nilai seperti sopan santun, toleransi, gotong royong, hingga rasa persatuan mulai mengalami penurunan di lingkungan pelajar.

Baca Juga :  Penguatan Hukum Anti-Korupsi: Membangun Integritas Bangsa di Era Modern  

Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan perilaku yang cukup memprihatinkan. Sikap hormat kepada guru, orang tua, dan sesama teman mulai berkurang. Selain itu, perilaku perundungan atau bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial, juga semakin meningkat dan menjadi ancaman bagi kesehatan mental para pelajar.

Tidak hanya itu, rasa toleransi terhadap perbedaan agama, suku, dan budaya juga dinilai mulai memudar. Sebagian pelajar cenderung lebih individualis dan kurang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia pun perlahan mulai ditinggalkan.

Baca Juga :  Pengaruh E-Government terhadap Kinerja dan Responsibilitas Pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang

Fenomena lainnya terlihat dari meningkatnya pelanggaran tata tertib sekolah serta rendahnya disiplin di kalangan siswa. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada menurunnya kualitas moral dan karakter generasi muda Indonesia di masa depan.

“Jika nilai-nilai Pancasila terus diabaikan, maka rasa persatuan dan tanggung jawab sebagai warga negara juga akan semakin berkurang,” ungkap salah satu peserta diskusi dalam kegiatan tersebut.

Sebagai langkah solusi, sejumlah rekomendasi disampaikan guna mengembalikan semangat Pancasila di kalangan pelajar. Di antaranya adalah memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila di sekolah, menanamkan sikap toleransi dan gotong royong sejak dini, serta meningkatkan peran keluarga dalam membentuk karakter anak.

Baca Juga :  Pantai Anyer Ramai Wisatawan, Dugaan Pungli Jadi Sorotan

Selain itu, pelajar juga didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan kebangsaan agar memiliki rasa kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab juga menjadi perhatian penting di era digital saat ini.

Melalui pengamatan ini, diharapkan seluruh pihak, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat, dapat bersama-sama menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan generasi muda demi terciptanya pelajar yang berkarakter, berakhlak, dan cinta tanah air. ***

Berita Terkait

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Berita Terbaru