Antrian Online e-KTP: Solusi Praktis atau Tantangan Baru? Apakah Masyarakat Merasa Puas dengan Sistem ini?

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Risti, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Risti, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis : Risti

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara

Universitas Pamulang Kampus Serang

Dosen Pembimbing : Angga Rosidin S.I.P., M.A.P

Ketua Program Studi : Zakaria Habib Al-Ra’zie S.IP., M.SOS

Kemahasiswaan : Jaka Maulana S.A.P., M.A.P

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Penerapan sistem antrian online dalam pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) merupakan salah satu bentuk digitalisasi yang diharapkan dapat meningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui sistem ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi atau website, memilih waktu kunjung serta mengurangi waktu tunggu, dan potensi kerumunan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Secara konsep, sistem antrian online ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan lebih efisien, transparan, mudah diakses, dan memberikan kenyamanan bagi pemohon.

Baca Juga :  Menggugat Reklamasi dan Erosi sebagai Pelanggaran Nilai Pancasila dan Hak Kewarganegaraan

Namun demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Keluhan yang sering muncul antara lain kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, gangguan server dan keterbatasan jaringan. Selain itu, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan atau fasilitas untuk menggunakan layanan digital, terutama kalangan lanjut usia atau masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses internet terbatas.

Dibeberapa kasus, pemohon yang telah mendaftar secara online, masih harus menunggu cukup lama saat datang ke lokasi pelayanan. Kondisi ini membuat tingkat kepuasan masyarakat menjadi beragam. Mereka yang berhasil menggunakan antrian online merasa bahwa pelayanan yang mereka terima lebih efisien dan terstruktur.

Baca Juga :  Implementasi Green Marketing untuk Meningkatkan Citra Sekolah dan Berwawasan Lingkungan di SMA Negeri 5 Kota Serang

Di sisi lain, sebagian masyarakat merasa bahwa sistem ini belum memenuhi kenyamanan yang dijanjikan. Hal ini menunjukan bahwa inovasi digital masih membutuhkan peningkatan dalam aspek teknis serta kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Pada dasarnya, digitalisasi pelayanan publik ditujukan untuk mempermudah masyarakat bukan untuk menambah kesulitan.

Oleh karena itu pemerintah daerah perlu melakukan perbaikan sistem dan peningkatan kapasitas server, memperluas sosialisasi, serta menyediakan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan digital.

Baca Juga :  Jembatan Delapan Meter dan Pelajaran Besar tentang Gotong Royong

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kualitas pelayanan dilapangan sesuai dengan standar sistem yang telah disiapkan.

Apabila perbaikan dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, sistem antrian online berpotensi menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas kepuasan masyarakat dalam pelayanan e-KTP.

Namun tanpa adanya dukungan infrastruktur dan pengawasan pelaksanaan yang optimal, inovasi ini justru dapat berubah menjadi tantangan baru bagi masyarakat. ***

Berita Terkait

Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu
Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z
Literasi Digital Pelajar Tidak Boleh Menunggu Masalah Datang: Pelajaran dari PKM UNPAM Serang di SMAN 1 Kramatwatu
Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Literasi Digital Pelajar Tidak Boleh Menunggu Masalah Datang: Pelajaran dari PKM UNPAM Serang di SMAN 1 Kramatwatu

Berita Terbaru