Gen Z dan Pancasila: Relevansi di Tengah Arus Modernisasi

- Redaktur

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Penulis: Lucy Octaviani Marbun
(Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM Serang)

[BANTENESIA.NET] – Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia telah menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara sejak kemerdekaan. Namun, di era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi digital, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat, cara pandang terhadap nilai-nilai Pancasila mengalami pergeseran.

Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh sebagai generasi yang akrab dengan teknologi dan media sosial serta memiliki karakter kritis, kreatif, dan berani mempertanyakan hal yang dianggap tidak relevan.

Mereka tidak lagi sekadar menghafal Pancasila, tetapi ingin memahami maknanya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital. Kondisi ini membuka peluang untuk mereaktualisasikan Pancasila agar tetap relevan, namun juga menghadirkan tantangan.

Baca Juga :  Tema Bimbingan Teknis Pemasaran Produk Melalui Video Marketing pada Platfrom Tiktok dan Instagram

Di antaranya adalah pemahaman yang masih dangkal dan cenderung simbolis, di mana Pancasila hanya dipandang sebagai dokumen resmi negara. Selain itu, pengaruh budaya asing dan nilai global seperti individualisme, liberalisme, dan hedonisme berpotensi mengikis nilai gotong royong dan persatuan. Tantangan lain muncul di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga fenomena cyberbullying dan cancel culture, yang menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai kemanusiaan dan toleransi.

Terdapat pula kesenjangan antara pemahaman nilai secara teoritis dengan praktik di kehidupan nyata, serta krisis otoritas dalam menafsirkan Pancasila akibat banyaknya sumber interpretasi dari media sosial dan figur publik.

Baca Juga :  Penegak Hukum atau Pelanggar Hukum? Kritik atas Insiden Driver Ojek Online Dilindas Brimob

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan transformasi pendidikan Pancasila menjadi lebih kontekstual, dialogis, dan aplikatif dengan memanfaatkan teknologi digital dan mengaitkannya dengan isu-isu aktual. Selain itu, penguatan literasi digital dan etika berinternet sangat penting agar generasi muda mampu memilah informasi dan berperilaku bijak di dunia maya.

Narasi Pancasila juga perlu disesuaikan dengan gaya komunikasi Generasi Z agar lebih relevan dan mudah dipahami. Kehadiran figur teladan yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi faktor penting dalam memberikan inspirasi. Di samping itu, perlu dibuka ruang dialog dan kolaborasi agar Generasi Z dapat berpartisipasi aktif dalam menafsirkan dan mengembangkan Pancasila sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadapnya.

Baca Juga :  Mengatasi Masalah Ilegal Logging: Sebuah Tantangan Bagi Indonesia

Dengan demikian, Generasi Z memiliki potensi besar sebagai penafsir ulang Pancasila di era modern. Pancasila harus dipahami sebagai ideologi yang hidup dan dinamis, bukan sesuatu yang kaku, sehingga dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dukungan dari pemerintah, pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong generasi muda memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tetap menjadi jati diri bangsa Indonesia di masa depan. ***

Berita Terkait

Ketika Tanah Bicara: Investasi Boleh, Tapi Rakyat Jangan Dikorbankan
Ketika Nyawa Korban dan Nyawa Begal Sama-Sama Dipertaruhkan, Antara Hukum dan HAM
Sengketa PT Tisera vs Muhammadiyah Inkrah, MA Perintahkan Bayar Ganti Rugi Puluhan Miliar
Reformasi Agraria Indonesia : Peran Pemerintah Desa dalam Pendaftaran Tanah Masih Terjebak pada Fungsi Administratif
Reforma Agraria Indonesia: Antara Janji Keadilan dan Realitas Ketimpangan
Pancasila dan Generasi Z: Bertahanan atau Tertinggal
Judi Online: Darurat Sosial yang Memerlukan Penanganan Komprehensif
Efektivitas Pemberantasan Narkotika di Tengah Modus Kejahatan Modern
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:09 WIB

Ketika Tanah Bicara: Investasi Boleh, Tapi Rakyat Jangan Dikorbankan

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:30 WIB

Sengketa PT Tisera vs Muhammadiyah Inkrah, MA Perintahkan Bayar Ganti Rugi Puluhan Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:30 WIB

Reformasi Agraria Indonesia : Peran Pemerintah Desa dalam Pendaftaran Tanah Masih Terjebak pada Fungsi Administratif

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:25 WIB

Reforma Agraria Indonesia: Antara Janji Keadilan dan Realitas Ketimpangan

Senin, 15 Juni 2026 - 01:50 WIB

Pancasila dan Generasi Z: Bertahanan atau Tertinggal

Berita Terbaru