Fenomena Banjir Kronik di Cilegon: Analisis Opini Publik dan Tuntutan Reformasi

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Penulis: Sonia Ria Margaretta Nababan
Mahasiswa program administrasi negara. Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Ketua Program Studi: Zakaria Habib Al- Ra’zie , S.I.P., M.Sos
Bidang Kemahasiswaan: Jaka Maulana, S.A.P.,M.A.P

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Kekhawatiran mendalam atas banjir berulang yang kini menggenangi pemukiman, sekolah, dan jalan utama, terutama dipicu curah hujan ekstrem akhir-akhir ini. Banjir ini bukan fenomena baru, melainkan masalah langganan yang menimbulkan frustrasi luas di kalangan warga, dengan keluhan merajalela di media sosial tentang kondisi darurat yang kian parah . Mereka menilai pemerintah kota lambat merespons, meski Pemkot telah menetapkan status siaga banjir dan longsor untuk mengantisipasi puncak musim hujan.

Baca Juga :  Apresiasi untuk LDII Kota Serang, Syafrudin Resmikan 6 Masjid dan 3 Majlis Ta’lim

Penyebab utama yang disoroti warga mencakup drainase tersumbat oleh sampah, sungai meluap, serta hilangnya resapan air akibat bukit gundul dari aktivitas tambang. Pembangunan liar di bantaran sungai dan pasang air laut yang menghambat aliran air hujan ke muara semakin memperburuk situasi, ditambah minimnya ruang terbuka hijau . Opini publik menekankan bahwa faktor manusia seperti kurangnya normalisasi aliran air dan pengelolaan sampah menjadi akar masalah yang berulang setiap tahun.

Baca Juga :  KPU Kota Serang Luncurkan Maskot, Jingle, dan Tagline untuk Pilkada 2024

Dampak sosial banjir ini terasa berat, dengan ribuan warga di kecamatan Jombang, Cibeber, dan Masigit mengalami genangan air setinggi pinggang yang mengganggu aktivitas sehari-hari . Ratusan keluarga terpaksa mengungsi, akses transportasi terputus, dan anak-anak kesulitan belajar, memicu simpati serta solidaritas antarwarga melalui bantuan swadaya. Ketua DPRD Cilegon yang turun langsung ke lokasi banjir menjadi simbol perhatian legislatif, meski warga menuntut tindakan eksekutif yang lebih konkret.

Respons pemerintah seperti rapat darurat, evakuasi, dan distribusi bantuan beras mendapat apresiasi parsial dari publik, tetapi dianggap hanya solusi sementara . Warga mendesak alokasi anggaran serius untuk infrastruktur drainase dan sungai, serta kampanye kesadaran buang sampah yang lebih masif. Harapan besar tertuju pada Pemkot untuk mengintegrasikan penanganan banjir dalam rencana tata ruang kota agar tidak terulang

Baca Juga :  Hak Asasi manusia di lndonesia yang Masih Menjadi PR Bersama

campuran antara kekecewaan atas pengulangan masalah tahunan dan optimisme jika ada komitmen kuat dari pemerintah . Masyarakat Cilegon menuntut normalisasi sungai permanen, penertiban bangunan liar, dan kolaborasi dengan DPRD untuk solusi berkelanjutan . Tanpa perubahan sistemik, banjir diprediksi terus menjadi momok yang mengancam kesejahteraan warga. ***

Berita Terkait

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?
Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?
Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN
Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus
Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?

Rabu, 2 September 2026 - 21:37 WIB

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11 WIB

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Berita Terbaru