Desa Baduy Ikut Meriahkan Festival Kampung Sadar Hukum

Rabu, 7 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Baduy ikut memeriahkan Kampung Sadar Hukum, Kanwil Kemenkumham Banten. (Foto: Bantenesia.NET)

Desa Baduy ikut memeriahkan Kampung Sadar Hukum, Kanwil Kemenkumham Banten. (Foto: Bantenesia.NET)

[BANTENESIA.NET] – Desa Baduy tak mau ketinggalan dalam memeriahkan Festival Layanan Hukum dan HAM yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Banten serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyukseskan program ‘Kampung Sadar Hukum’, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inovatif UMKM melalui perlindungan kekayaan intelektual.

Baca Juga :  Gelar Baksos, Kemenkumham Pemasyarakatan Kolaborasi bersama Media
Transaksi produk Pameran dari Desa Baduy. (Foto: Bantenesia.NET)

Dalam festival ini, ada sekitar 51 UMKM termasuk salah satunya Desa Baduy turut berpartisipasi dengan menjual 35 jenis produk kerajinan asli dari masyarakat Baduy.

Produk-produk tersebut antara lain baju, sarung, madu, tas koja yang terbuat dari kulit kayu, dan buah keranji yang memiliki musim panen unik setiap lima hingga tujuh tahun sekali.

Sang pengrajin, Jamal masyarakat Desa Baduy, yang ikut memeriahkan Festival Desa Sadar Hukum, menyampaikan, harga produk yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Salmini seharga Rp 30 ribu hingga Kain Tenun Motif Jangkawari Warna Alam seharga Rp 1,5 juta.

Baca Juga :  Selamat Tahun Baru 2024, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Harapan Bahagia dan Jaya Selalu Terpancar
Aneka pameran produk hasil karya Desa Baduy. (Foto: Bantenesia.NET)

“Alhamdulillah, kain tenun ukuran 2×1, selendang tenun, dan tas koja banyak diminati dan terjual,” ungkap Jamal, salah satu pengrajin saat ditemui Bantenesia.NET , Rabu (7/8).

Baca Juga :  Rambutan Parakan Jadi Indikasi Geografis Pertama di Banten, Meningkatkan Ekonomi Lokal

“Penjualan saat ini mencapai 1 juta rupiah, dan kami berharap hingga akhir gelaran ini bisa mencapai hasil yang lebih besar,” tambahnya dengan penuh harap.

Festival ini bukan hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sarana untuk memperkuat kesadaran hukum di kalangan masyarakat, dengan harapan menciptakan lingkungan yang lebih sadar hukum dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. (Pou)

Berita Terkait

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 
Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang
Sopir Ekspedisi Lintas Jawa-Sumatera Diduga Edarkan Sabu di Serang, Polisi Sita Lebih dari 5 Gram
BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang
Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031
Meriahkan HUT Ke-81 RI, DPKPP Pandeglang Gelar berbagai Lomba Hingga Hias Kantor Pakai Barang Bekas
Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:34 WIB

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 

Kamis, 3 September 2026 - 16:02 WIB

Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:41 WIB

BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031

Berita Terbaru