[BANTENESIA.NET], PANDEGLANG – Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, bukan sekadar destinasi wisata bahari dengan pasir putih, air laut jernih, dan terumbu karang yang menawan.
Kawasan ini mencatat sejarah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Indonesia yang diresmikan Presiden pada 2015, dengan harapan menjadi lokomotif ekonomi baru melalui sektor pariwisata.
Visi besar itu dicanangkan sejak lama. Menurut inisiator KEK Tanjung Lesung, Dr. Ir. Arief Yahya, MSc, total kawasan seluas 1.500 hektare disiapkan untuk membangun pariwisata kelas internasional. Bahkan, pendiri Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono, menyebut proses pengembangan Tanjung Lesung sudah dimulai sejak 1991, meski hingga kini masih menghadapi jalan panjang.
“Pembangunan sebuah kota wisata baru membutuhkan kesiapan dari segala aspek, termasuk pendidikan, mentalitas masyarakat, hingga dukungan infrastruktur,” ujarnya dalam Podcast Wonderful Indonesia 2023.
Hingga kini, pembangunan infrastruktur masih menjadi tantangan. Jalan Tol Serang–Panimbang yang seharusnya rampung pada 2024, ditargetkan bisa dikejar tahun 2025.
Di sisi lain, isu “mega thrust” yang disampaikan BMKG dua tahun terakhir sempat menimbulkan kekhawatiran wisatawan sehingga kunjungan ke kawasan pantai menurun.
Selain itu, kesiapan masyarakat juga menjadi sorotan. Sektor pariwisata bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga pola pikir, keramahtamahan, serta keterlibatan warga lokal dalam pengembangan UMKM dan pelestarian budaya.
Pengembangan KEK Tanjung Lesung dipandang butuh sinergi kuat lintas kementerian, mulai dari Kemenparekraf, PUPR, Perhubungan, Pendidikan, Tenaga Kerja, BMKG, BRIN, hingga BNPB. Edukasi tentang pariwisata berkelanjutan serta mitigasi bencana juga harus menjadi prioritas, mengingat Banten termasuk zona merah gempa dan tsunami.
Jika semua pihak mampu bekerja sama, Tanjung Lesung berpotensi menyaingi destinasi super prioritas lain seperti Mandalika. Dengan event berskala nasional maupun internasional, kawasan ini bisa menjadi ikon baru pariwisata Indonesia di ujung barat Pulau Jawa.
Harapannya, apa yang menjadi visi sejak awal pendirian KEK Tanjung Lesung dapat segera terwujud. Banten, yang selama ini dikenal sebagai daerah industri dan simpul perdagangan antar pulau, diharapkan juga bisa tampil sebagai pusat pariwisata kelas dunia.
Penulis:
Kadek Wiweka, S.ST.Par., M.Par., M.Rech., Ph.D., CHE
Dr. Suci Sandi Wachyuni, S.TP., M.M., CHE
Hayati Nufus,
‘Prodi S2 Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid’
(2441220060)







