Nama : Ali Muhamad Farhan
NIM : 2510921000176
Prodi : Administrasi Negara
Semester : 3 (Tiga)
Mata kuliah : Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Kota Cilegon dikenal sebagai salah satu kota industri di Banten. Aktivitas industri memberikan banyak manfaat, terutama lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, perkembangan industri juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara.
Salah satu contohnya terjadi pada 25 Mei 2026, ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama Forkopimda meninjau kawasan PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) setelah terjadi insiden di kawasan industri tersebut. Pemerintah melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi udara di sekitar lokasi tetap aman bagi masyarakat.
Di sisi lain, pada 10 September 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menyatakan bahwa hasil pemantauan emisi industri masih berada di bawah baku mutu. Pemantauan juga dilakukan menggunakan alat secara berkala.
Menurut saya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak perlu langsung menganggap semua aktivitas industri sebagai penyebab pencemaran. Namun, pemerintah dan perusahaan tetap harus melakukan pengawasan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara berdasarkan data yang jelas.
Bagi saya sebagai mahasiswa Adminisrasi Negara, industri dan lingkungan seharusnya tidak dipertentangkan. Industri tetap dibutuhkan untuk perekonomian Cilegon, tetapi perusahaan harus bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pemerintah juga harus memastikan alat pemantau kualitas udara berfungsi dengan baik dan hasilnya mudah diakses masyarakat.
Jadi menurut saya, Cilegon boleh tetap menjadi kota industri, tetapi pembangunan harus berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan. Ekonomi penting, tetapi kesehatan dan kenyamanan masyarakat juga tidak boleh diabaikan. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bekerja sama agar aktivitas industri tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. ***








