Kemacetan di Terowongan Kaligandu dan Jalan yang Berlubang Mengganggu Aktivitas Warga

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Diva Lavida Martini. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Diva Lavida Martini. (Foto: Istimewa)

Nama : Diva Lavida Martini
NIM : 251092100108
Prodi : Administrasi Negara
Semester : 3 (Tiga)
Mata kuliah : Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Bagi warga yang setiap hari melewati daerah Kaligandu-Trondol, Kota Serang. Kemacetan terowongan Kaligandu dan kondisi jalan yang berlubang menjadi masalah yang cukup menganggu aktivitas sehari-hari. Perjalanan yang seharusnya dapat dilakukan dengan lancar tapi bisa jadi terhambat karena kemacetan yang parah disekitar terowongan dan pengendara juga harus lebih berhati-hati untuk melewati jalanan yang berlubang.

Kemacetan di sekitar Terowongan Kaligandu menjadi salah satu permasalahan yang sering dirasakan warga. Ketika jumlah kendaraan banyak terutama pada waktu-waktu tertentu seperti pada saat pagi hari dimana warga mulai melakukan berbagai aktivitas, seperti berangkat sekolah, bekerja ataupun melakukan aktivitas lainnya. Situasi yang sama kembali terjadi pada saat sore hari ketika warga mulai pulang beraktivitas terutama setelah jam kerja dan sekolah selesai. Kondisi seperti ini cukup menyulitkan bagi warga karena waktu yang digunakan harus menunggu kemacetan sehingga perjalanan jauh lebih lama dan dapat menghambat aktivitas warga. Pada Mei 2026, Kabar Banten memberitakan bahwa kemacetan di Kawasan tersebut menjadi salah satu alasan adanya rencana pembangunan flyover Trondol-Kaligandu. Pembangunan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan kendaraan dan membuat perjalanan warga menjadi lebih lancar.

Baca Juga :  Seru! Outing Class PAUD SKB Kota Serang ke BPBD Provinsi Banten: Edukasi Seru Mengenal Bencana Alam

Selain kemacetan, kondisi jalan yang berlubang juga menjadi sebuah keluhan warga. Kawasan jalan Kaligandu-Trondol yang berlubang membuat pengendara harus lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Masalah jalan rusak disekitar Kaligandu dan Trondol juga pernah diberitakan oleh BantenNews pada Mei 2026, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang melakukan penijauan langsung ke lokasi jalan rusak, tepatnya di Kawasan terowongan tol arah Sawah luhur, kelurahan Trondol. Kondisi jalan tersebut berlubang dan tidak rata sehingga dapat membahayakan pengguna jalan serta membuat kelancaran arus lalu lintas terganggu. Kemudian pemerintah merencanakan perbaikan jalan tersebut.

Baca Juga :  Menghirup Racun Setiap Pagi: Sampai Kapan Jakarta (atau Kota Besar) Darurat Polusi?

Menurut saya, upaya pemerintah dalam menangani permasalahan ini perlu terus dilakukan. Jalan yang berlubang juga sebaiknya segera diperbaiki supaya kerusakan jalannya tidak semakin parah. Pembangunan memang membutuhkan waktu tapi juga warga tetap membutuhkan jalan yang nyaman dan aman selama proses pembangunan tersebut, penting juga untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan jalan secara rutin. Serta warga juga dapat ikut membantu dengan mematuhi aturan lalu lintas pada kawasan tersebut.

Baca Juga :  Pancasila Sebagai Moral Generasi Benteng Milenial

Kemacetan dan jalan berlubang di Kaligandu-Trondol menjadi permasalahan yang cukup mengganggu bagi warga yang setiap harinya melewati jalan tersebut. Untuk itu terowongan dan kondisi jalan Kaligandu-Trondol perlu diperbaiki dan lalu lintas juga perlu untuk diatur dengan lebih baik agar pejalanan warga tidak terus terhambat. Dengan adanya perbaikan dan pengaturan lalu lintas yang baik, warga dapat melakukan aktivitas sehari-harinya dengan lebih nyaman dan aman. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan
Salah Angkot Ngetem atau Salah Sistem?
Erupsi Anak Krakatau: Alarm bagi Kesiapsiagaan Masyarakat Indonesia

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:49 WIB

Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Rabu, 30 September 2026 - 10:48 WIB

Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?

Berita Terbaru