Nama: Salsa Nabila
Fakultas Ekonomi Bisnis Manajemen
Universitas Pamulang (UNPAM) Serang
[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Literasi keuangan digital menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah pelajar terjerumus dalam praktik Judi Online dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal. Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang di SMK 1 PGRI Kota Serang.
Kegiatan yang mengangkat tema “Edukasi Keuangan Digital sebagai Langkah Preventif terhadap Judol dan Pinjol Ilegal” ini, menyasar Siswa kelas 12 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Kegiatan dilaksanakan secara luring pada Jumat, 17 Oktober 2025, bertempat di Aula lantai dua SMK 1 PGRI Kota Serang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak serta mengenali berbagai risiko layanan keuangan digital. Edukasi ini dinilai penting karena perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang munculnya berbagai praktik ilegal.
Materi PKM menjelaskan bahwa rendahnya literasi keuangan dapat membuat remaja lebih rentan menggunakan layanan Pinjaman Online Ilegal tanpa memahami bunga, denda, aturan, maupun risiko penyalahgunaan data pribadi. Kemudahan akses melalui media sosial dan iklan digital juga dapat membuat pelajar lebih mudah menemukan layanan yang tidak memiliki izin.
Selain Pinjol Ilegal, Judi Online turut menjadi perhatian. Dalam materi sosialisasi dijelaskan bahwa sebagian remaja tertarik mencoba Judi Online karena mengharapkan keuntungan secara cepat. Ketika mengalami kekalahan dan kehilangan uang, seseorang dapat terdorong menggunakan Pinjaman Online Ilegal untuk menutupi kerugiannya. Kondisi tersebut berpotensi membentuk siklus utang yang semakin sulit dihentikan.
Karena itu, edukasi keuangan digital tidak hanya diarahkan pada pemahaman teori, tetapi juga kemampuan praktis. Siswa didorong untuk memahami cara membuat anggaran sederhana, menilai keamanan aplikasi keuangan, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan praktik keuangan digital yang mencurigakan atau ilegal.
Kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya peran sekolah, keluarga, pemerintah, dan lembaga pengawas dalam mencegah penyalahgunaan layanan keuangan digital. Sekolah dapat mengintegrasikan literasi keuangan digital dalam pembelajaran serta membuat kegiatan edukatif yang menarik bagi siswa. Sementara itu, orang tua memiliki peran dalam membangun komunikasi terbuka mengenai pengelolaan keuangan dan penggunaan perangkat digital secara bijak.
Berdasarkan hasil kajian dalam kegiatan PKM, remaja dengan literasi keuangan yang lebih baik dinilai memiliki kesadaran dan kontrol yang lebih baik dalam mengelola uang, memahami risiko keuangan, serta mengenali karakteristik Pinjaman Online Ilegal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM Kampus Serang berharap edukasi keuangan digital dapat membantu meningkatkan kesadaran pelajar agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan di era digital. Literasi keuangan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal bagi siswa untuk mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab. ***








