Tim Kelompok:
Muhammad Yusuf (Ketua),
Ricky Leo,
Indri Meilani S,
Revadianti Praba,
Ahmad Ghufrany
Dosen Pembimbing PKM:
Muhamad Arifin, S.E., M.M
[BANTENESIA.NET], SERANG – Petani di Desa Sasahan kini semakin siap mengelola keuangan usaha tani mereka dengan lebih rapi. Sebanyak 18 petani mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh 19 mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen, Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang dengan didampingi oleh Dosen Pembimbing, Muhamad Arifin, S.E., M.M., Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para petani agar lebih mudah mencatat keuangan usaha tani sekaligus mengenalkan teknologi keuangan digital (Digital Finance).
Selama ini, pengelolaan keuangan sering kali jadi tantangan tersendiri bagi para petani. Banyak yang belum terbiasa mencatat uang masuk dan keluar secara rutin. Akibatnya, petani sering kesulitan menghitung modal yang sudah dikeluarkan, menentukan keuntungan bersih, atau memisahkan uang hasil tani dengan kebutuhan pribadi. Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa hadir untuk memberikan edukasi yang praktis dan gampang dipraktikkan sehari-hari.

Di awal acara, mahasiswa menjelaskan dasar-dasar mengelola keuangan usaha tani dengan bahasa yang sederhana. Para petani diajak paham bahwa mencatat keuangan itu penting banget, bukan sekadar memegang uang tunai.
Dengan pencatatan yang rapi, petani jadi bisa tahu berapa modal yang dihabiskan untuk beli pupuk atau bibit, berapa biaya operasionalnya, dan berapa hasil bersih yang didapat setelah panen. Jadi, usaha tani bisa terpantau dengan jelas apakah makin maju atau ada yang perlu dievaluasi.
Nah, yang seru dari kegiatan ini, mahasiswa tidak cuma memberi teori. Para petani langsung diajak praktik membuat laporan keuangan sendiri secara manual. Dengan hanya bermodalkan kertas dan pulpen, ke-18 petani dibimbing cara membuat kolom sederhana untuk mencatat semua pengeluaran mulai dari modal awal, pembelian bibit, pupuk, pestisida, sampai upah tenaga kerja.
Setelah itu, mereka diajari cara menghitung keuntungan dengan cara menguranginya dari total hasil penjualan panen. Cara manual pakai kertas dan pulpen ini dipilih supaya petani tidak merasa rumit. Ini adalah langkah awal belajar agar para petani terbiasa membukukan transaksi usahanya sebelum nanti melangkah ke teknologi yang lebih canggih.
Selain belajar pencatatan manual, mahasiswa juga memperkenalkan apa itu keuangan digital (Digital Finance). Teknologi digital seperti mobile banking atau dompet digital (E-Wallet) dijelaskan sebagai cara baru yang praktis untuk bertransaksi tanpa harus selalu membawa uang tunai. Petani diajak paham bagaimana teknologi ini bisa membantu mempermudah pembayaran kebutuhan tani atau memantau uang masuk dan keluar lewat HP.
Tentu saja, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dalam memakai teknologi digital. Para petani diajar untuk selalu waspada dan jangan pernah membagikan kode PIN, kata sandi, atau kode OTP ke orang lain demi keamanan akun mereka.
Tak hanya dari sisi keuangan, kegiatan PKM ini juga diisi oleh tim SDM mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang. Mereka memberikan materi tentang Penguatan Kapasitas SDM pada Masyarakat Desa Sasahan dalam Manajemen Pengelolaan Sampah Daun Kering menjadi Kompos Bernilai Ekonomi.
Dalam sesi ini, para petani diajak praktik langsung mengolah sampah daun kering yang ada di sekitar lingkungan menjadi pupuk kompos secara sederhana. Selain mengurangi penumpukan sampah organik, pembuatan kompos ini diharapkan bisa menekan biaya modal pembelian pupuk kimia, serta menjadi peluang usaha tambahan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat Desa Sasahan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dari mahasiswa UNPAM Kampus Serang. Melalui kolaborasi seru antara mahasiswa dan warga Desa Sasahan ini, diharapkan para petani bisa semakin mandiri secara finansial, usahanya makin lancar, ramah lingkungan, dan melek teknologi untuk kemajuan pertanian di desa mereka. ***







