Tim Kelompok:
Ahmad Nawad Taufiqul Hakim (Ketua),
Naila Adzkiya Salsabila,
Pajnah Nurmalina,
Socy Rosemay Pratono
Dosen Pendamping PKM: Mesakh, S.E., M.M.
[BANTENESIA.NET], Kota Serang – Tempe sudah lama menjadi makanan pokok di meja makan masyarakat Indonesia. Namun, banyak produsen tempe skala kecil masih bergantung pada cara jual yang itu-itu saja, sehingga pasar mereka sulit berkembang. Berangkat dari kenyataan inilah mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi pelaku usaha tempe di Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen UNPAM PSDKU Serang. Sebanyak 14 mahasiswa turun langsung ke lokasi, dengan satu kelompok PKM beranggotakan empat orang yang berada di bawah naungan ketua pelaksana, Ahmad Nawad Taufiqul Hakim, dan anggota yang terlibat diantaranya Naila Adzkiya Salsabila, Pajnah Nurmalina, Socy Rosemay Pratono dan Dosen pendamping, Mesakh, S.E., M.M., yang membimbing seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Sebanyak 15 warga dari lingkungan sekitar hadir sebagai peserta dan mitra belajar.
Mahasiswa menyelenggarakan pendampingan dan pelatihan pemasaran digital dengan fokus pada pemanfaatan media sosial, pembuatan konten promosi yang menarik, serta pengelolaan komunikasi dengan pelanggan secara daring. Materi disusun sederhana agar mudah dipahami pelaku usaha yang belum terbiasa dengan teknologi. Mahasiswa juga mengajak peserta menyusun strategi pemasaran yang realistis, yakni strategi yang tetap sejalan dengan kapasitas produksi usaha mereka yang terbatas.

Kegiatan berlangsung pada 15 Oktober 2026 di UMKM Pabrik Tempe milik Alm. Bapak Jalim, yang berlokasi di Kp. Sewor, RT.01/RW. 04, Desa Banjarsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Lokasi ini dipilih karena kawasan tersebut memiliki banyak pelaku usaha tempe yang berpotensi tumbuh, tetapi belum memanfaatkan kanal digital secara optimal.

Sebagian besar produsen tempe di wilayah ini memasarkan produknya lewat pedagang langganan atau pasar tradisional. Pola tersebut membuat jangkauan pasar sempit dan posisi tawar produsen lemah. Padahal, perilaku konsumen kini bergeser ke platform digital. Pembeli mencari produk pangan lewat gawai, membandingkan harga, dan memesan tanpa harus datang ke pasar. Pelaku usaha yang tidak hadir di ranah digital berisiko tertinggal dari pesaing. Pemasaran digital menawarkan peluang untuk menjangkau pelanggan baru dengan biaya relatif rendah, asalkan dijalankan dengan cara yang tepat.

Tim memakai pendekatan yang berdampak (Impactful), yaitu pendekatan yang menekankan perubahan nyata pada mitra, bukan sekadar penyampaian teori. Prosesnya dimulai dari pengamatan kondisi usaha, lalu dilanjutkan dengan diskusi untuk memetakan masalah. Setelah itu, mahasiswa memberikan pelatihan langsung. Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya identitas usaha, seperti nama merek, kemasan yang rapi, dan cerita produk yang khas. Unsur-unsur ini membantu tempe lokal tampil lebih menonjol di tengah banyaknya produk sejenis. Karena kapasitas produksi masih terbatas, pelaku usaha juga diarahkan untuk membidik pelanggan yang tepat dan membangun hubungan jangka panjang, bukan sekadar mengejar volume penjualan.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha diharapkan memiliki bekal untuk memperluas pasar, menambah jumlah pelanggan, dan memperkuat daya saing. Lebih dari itu, kegiatan PKM ini mencerminkan komitmen UNPAM PSDKU Serang untuk menghadirkan ilmu manajemen yang bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus dan pelaku usaha, tempe Walantaka berpeluang menjadi produk unggulan lokal yang dikenal lebih luas, baik di Kota Serang maupun di luar daerah.
Sebagai informasi lain, Pengembangan Pemasaran Digital untuk Memperluas Pasar dan Meningkatkan Basis Pelanggan Usaha Tempe di Kecamatan Walantaka, Kota Serang. ***







