Disusun oleh, Tim Kelompok:
Siti Sarah,
Abella Cintia Virlianda,
Rania Alfi Kamalia,
Siti Raihana Azhara,
Ibnu Dikri Abdilah
[BANTENESIA.NET], SERANG – Kelompok mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, dengan mengangkat tema: “Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani”. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan buah musiman sebagai peluang usaha, penerapan pembukuan sederhana, serta pengenalan digitalisasi keuangan melalui aplikasi Money Lover. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan potensi usaha serta mengelola keuangan secara terarah.
Desa Sasahan memiliki potensi hasil pertanian dan buah buahan musiman yang dapat dimanfaatkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengelolaan yang tepat agar hasil panen tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, tetapi juga dapat memberikan niali tambah secara ekonomi.
Salah satu tantangan dalam menjalankan usaha adalah kurangnya pencatatan keuangan yang teratur. Sebagian pelaku usaha masih mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, sehingga sulit mengetahui jumlah pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan yang sebenarnya diperoleh.
Selain itu, perkembangan teknologi memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengelola keuangan dengan lebih praktis. Oleh karena itu, diperlukan pengenalan pembukuan sederhana dan pemanfaatan aplikasi digital seperti Money Lover sebagai alat bantu pencatatan keuangan.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi dan pendampingan agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha dan keuangan secara lebih baik.

Kegiatan PKM diawali dengan pembukaan dan pengenalan program kepada masyarakat Desa Sasahan. Pada tahap ini, mahasiswa menyampaikan tujuan serta manfaat kegiatan yang akan dilaksanakan.
Selanjutnya, penyampaian materi mengenai pemanfaatan buah musiman. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengolah hasil buah musiman menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat membuka peluang usaha tambahan.
Setelah itu, peserta mendapatkan materi mengenai pembukuan sederhana. Dalam sesi ini, masyarakat diperkenalkan dengan cara mencatat pemasukan, pengeluaran, modal, dan keuntungan usaha. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keungan pribadi dan keuangan usaha.
Tahap berikutnya adalah pengenalan digitalisasi keuangan menggunakan aplikasi Money Lover. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai fitur fitur aplikasi serta cara menggunakannya untuk mencatat transaksi keuangan sehari hari. Dengan adanya praktik tersebut, peserta diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu dalam mengelola keuangan usaha.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, Tanya jawab, dan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari hari.
Pelaksaan kegiatan PKM ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sasahan, khususnya kelompok tani dalam mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan kemampuan pengelolaan keungan.
Dari sisi pemanfaatan buah musiman, masyarakat memperoleh wawasan mengenai peluang pengolahan hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Hal ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap penjualan buah dalam bentuk mentah.
Dari sisi pengelolaan keuangan, pembukuan sederhana membantu masyarakat memahami kondisi keuangan usaha melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Sementara itu, penggunaan aplikasi Money Lover menjadi alternatif untuk mempermudah pencatatan transaksi secara digital.
Dalam jangka panjang, penerapan ketiga program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat membangun usaha yang lebih terencana, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, serta mendukung keberlanjutan usaha kelompok tani.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan. Penyampaian materi yang disertai contoh dan praktik diharapkan dapat mempermudah peserta dalam memahami setiap pembahasan.
Melalui sesi diskusi dan Tanya jawab, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pernyataan serta berbagi pengalaman mengenai kegiatan usaha yang selama ini dijalankan.
Keterlibatan peserta dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program. Mahasiswa berharap materi yang diberikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari hari.

Kegiatan PKM di Desa Sasahan merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha. Melalui pemanfaatan buah musiman, pembukuan sederhana, dan digitalisasi keungan menggunakan aplikasi Money Lover, masyarakat diperkenalkan pada cara mengembangkan usaha sekaligus mengelola keuangan dengan lebih teratur.
Program ini menunjukan bahwa pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan kemampuan pengelolaan dan pemanfaatan teknologi. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kelompok tani Desa Sasahan untuk mengembangkan usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. ***







