Tim Kelompok:
Fauzi Arsyad (Ketua),
Amar Al Ikhsan,
Muhammad Zarfan,
Nazzala Alifiya,
Rahmaniah Tuloli
Dosen Pembimbing PKM:
Muhammad Arifi, S.E., M.M
[BANTENESIA.NET] – Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melaksanakan kegiatan edukasi pengolahan sampah daun kering menjadi pupuk kompos di PKBM Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, pada 29 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dan menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat dalam mengelola sampah organik.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya anggapan bahwa daun kering merupakan sampah yang tidak memiliki manfaat. Padahal, daun kering dan sampah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara mengubah bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh tim SDM mengenai pemanfaatan daun kering dan sampah organik sebagai bahan dasar pembuatan kompos. Pemateri menjelaskan bahan-bahan yang dapat digunakan, manfaat kompos bagi tanaman, serta tahapan dasar pengolahannya. Dalam sesi tersebut, warga terlihat antusias dengan mendekat dan menyimak penjelasan yang disampaikan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari sejumlah pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Beberapa di antaranya menanyakan perbandingan takaran tanah dan daun, perbandingan EM4 dengan air, serta berapa lama proses pembuatan kompos hingga dapat digunakan sebagai pupuk. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan ketertarikan masyarakat untuk memahami proses pembuatan kompos secara lebih praktis.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan seperti daun kering, rumput atau sisa sayuran, tanah atau kompos lama, serta air. Pada sesi praktik, satu orang perwakilan peserta mengikuti arahan pemateri secara langsung. Jumlah peserta praktik dibatasi karena ketersediaan bahan dan peralatan belum mencukupi untuk seluruh peserta. Meskipun demikian, warga lainnya tetap menunjukkan ketertarikan dengan mendekat dan memperhatikan proses demonstrasi.
Untuk mengetahui sejauh mana materi dapat dipahami, panitia juga mengadakan kuis berupa dua pertanyaan pilihan ganda yang berkaitan dengan materi pengolahan sampah organik menjadi kompos. Kuis tersebut dilengkapi dengan hadiah dari panitia sebagai bentuk apresiasi kepada peserta sekaligus sarana untuk menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, tim SDM turut menyerahkan panduan pembuatan kompos dan poster standar operasional prosedur (SOP) kepada pihak desa. Media tersebut disiapkan sebagai bahan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami kembali tahapan pengolahan daun kering menjadi kompos.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim SDM yang diketuai Fauzi Arsyad, bersama Nazzala Alifiya, Muhammad Zarfan, Rahmaniah Tuloli, dan Amar Al Ikhsan selaku pemateri, di bawah bimbingan dosen pendamping Muhammad Arifin, S.E., M.M. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam memanfaatkan sampah organik secara lebih produktif, mengurangi limbah, serta menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi kebutuhan tanaman masyarakat Desa Sasahan. ***







