Simpang Palima Serang Rawan Kecelakaan, Pengendara Harap Waspada

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Tita Mei Utami. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Tita Mei Utami. (Foto: Istimewa)

Nama​​: Tita Mei Utami
NIM: 251092100119
Mata Kuliah: Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Semester: 3 Program Studi Administrasi Negara S-1
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Para pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi kawasan Simpang Empat Palima, Kecamatan Curug, Kota Serang. Persimpangan strategis yang menghubungkan wilayah Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan jalur Palka menuju Cinangka tersebut dilaporkan kerap menjadi lokasi insiden kecelakaan lalu lintas akibat penumpukan berbagai faktor kerawanan di lapangan.

Faktor yang menyebabakan seringnya terjadi kecelakaan di kawasan simpang empat palima yaitu:

• Sering Terjadi Pelanggaran Rambu (Menerobos Lampu Merah)
Banyak pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum yang tidak sabar padahal lampu masih menunjukan warna merah,sehingga memicu terjadinya tabrakan dari arah berlawanan

Baca Juga :  Jembatan Delapan Meter dan Pelajaran Besar tentang Gotong Royong

• Aksi Nekat Mengeblong Lampu Merah
Banyak pengendara yang justru menambah kecepatan saat lampu lalu lintas sudah beralih dari hijau ke kuning. Bahkan, meski lampu sudah jelas-jelas menyala merah, mereka tetap nekat menyerobot persimpangan sehingga menyebabakan tabrakan yang tidak bisa dihindari.

• Pengendara Roda Dua Masih Banyak yang  Tidak Pakai Helm
Masih banyak ditemukan pengendara roda dua yang tidak memakai helem saat di jalan raya. Hal ini sangat berbahaya dan meningkatkan risiko kecelakaan yang menyebabakan cidera kepala saat terjadi benturan.

Baca Juga :  Pendampingan Pengelolaan Manajemen Keuangan dan Penguatan Manajemen SDM dalam Meningkatkan Kinerja Usaha pada Home Industri Yuli Jaya Produsen Kue Satu dan Gipang

• Berhenti Sembarangan dan Tiba-Tiba
Kebiasaan buruk dari pengemudi angkutan umum yang sering ngetem atau berhenti mendadak untuk mencari penumpang, serta mobil dan roda dua yang menepi tanpa aba-aba, kerap memicu tabrakan beruntun dari arah belakang.

• Lampu Lalu Lintas (Traffic Light) Sering Eror
Fasilitas lampu merah di perempatan ini dilaporkan beberapa kali mendadak padam. Akibat tidak berfungsi, banyak pengendara yang akhirnya saling menerobos jalan dan membuat arus lalu lintas dari empat arah menjadi semrawut tanpa kendali.

• Tingginya Volume Kendaraan Berat
Jalur Palima merupakan rute perlintasan utama truk-truk besar bermuatan berat menuju arah Palka (Cinangka).

Baca Juga :  Respons Masyarakat terhadap Risiko Radioaktif di Serang, Banten

• Kondisi Jalan Menurun Menuju Cinangka
Jalur arah Cinangka dikenal memiliki  turunan yang tajam. Bentuk jalan seperti ini sangat rawan memicu kecelakaan fatal, terutama jika dilewati truk tambang berukuran besar yang mengalami fungsi rem blong.

Rentetan masalah lalu lintas di kawasan Palima ini menjadi pengingat berharga bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk saling mendahului atau egois. Ingatlah bahwa ada keluarga yang menanti kita pulang dengan selamat di rumah. Oleh karena itu, mari kita bangun kebiasaan berkendara yang aman: turunkan kecepatan saat mendekati persimpangan, simpan ponsel Anda, pastikan pelindung kepala selalu terpasang, dan tetap tertib mengantre lampu merah demi keselamatan bersama. ***

Berita Terkait

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil
Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang
Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?
Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?
Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?
Ketika Suara Mahasiswa Turun ke Jalan: Opini Publik dan Konflik Sosial di Banten
Banten di Peringkat Ketiga Pengangguran: Apa yang Salah dengan Lapangan Kerja?
Jembatan Delapan Meter dan Pelajaran Besar tentang Gotong Royong

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:24 WIB

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil

Rabu, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang

Rabu, 30 September 2026 - 10:22 WIB

Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?

Rabu, 30 September 2026 - 10:18 WIB

Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?

Berita Terbaru