Satgas Pangan Polda Banten Intensifkan Pengawasan Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

- Redaktur

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Serang – Satgas Pangan Polda Banten terus mengintensifkan pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar rakyat wilayah Provinsi Banten menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pengawasan dilaksanakan secara intensif selama satu minggu terhitung mulai 15 s/d 20 Desember 2025, salah satunya melalui kegiatan pengecekan langsung di Pasar Baros, Kabupaten Serang, pada Senin (15/12) serta Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, dan penggilingan beras PD. Karya Muda pada Selasa (16/12/2025), yang juga dihadiri Gubernur Banten beserta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.

(Foto: Istimewa)

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif Polri bersama pemerintah daerah untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap aman, harga terkendali, serta distribusi berjalan lancar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Fekraf Banten Ajak Masyarakat Banten untuk Melestarikan Kuliner Khas Banten

“Ditreskrimsus Polda Banten bersama instansi terkait melakukan pengawasan langsung ke pasar rakyat dan jalur distribusi guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok aman menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Kombes Pol Yudhis Wibisana pada Rabu (17/12/2025).

(Foto: Istimewa)

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa harga beras masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan stok beras terpantau melimpah seiring masa panen petani, sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Baca Juga :  DPRD Banten Mulai Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di SMA maupun SMK, Yeremia : Harus Jadi Refleksi Bersama

Selain itu, beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit merah mengalami penurunan harga, sementara bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa kenaikan signifikan.

Namun demikian, petugas menemukan adanya kenaikan harga minyak goreng kemasan merek MINYAKITA yang dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp19.000 per liter. Kenaikan tersebut disebabkan harga beli pedagang dari produsen yang mencapai sekitar Rp200.600 per dus atau Rp16.700 per liter.

(Foto: Istimewa)

“Temuan ini akan kami tindak lanjuti dengan koordinasi bersama instansi terkait untuk memastikan tidak ada pelanggaran ketentuan HET maupun praktik distribusi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Banten juga melakukan pengecekan langsung ketersediaan stok beras di penggilingan PD. Karya Muda guna mencegah potensi kelangkaan dan memastikan kesiapan stok hingga akhir tahun.

Baca Juga :  CMSE 2024: Dorong Semangat Inklusi dan Kemandirian Finansial Melalui Investasi Saham

Kombes Pol Yudhis Wibisana menambahkan bahwa pengawasan juga difokuskan pada jalur pendistribusian bahan pangan pokok serta penguatan koordinasi lintas sektor dengan Pemerintah Provinsi Banten, Bank Indonesia, Bulog, dan dinas terkait. Pemerintah daerah juga berencana menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.

(Foto: Istimewa)

“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan selama periode HBKN. Kami mengimbau para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari besar keagamaan dengan menaikkan harga secara tidak wajar,” tutup Kombes Pol Yudhis Wibisana. (* Bidhumas/Pou)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru