Pendidikan di Serang: Masihkah Menjadi Jalan Perubahan?

- Redaktur

Selasa, 16 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bagus Legawa, Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Bagus Legawa, Mahasiswa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis: Bagus Legawa

Mahasiswa Ilmu Hukum Unpam Kampus Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Pendidikan kerap disebut sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Melalui pendidikan, lahir generasi yang diharapkan mampu berpikir kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Namun, di balik idealisme tersebut, realitas pendidikan di daerah, termasuk di Serang, masih menyisakan berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Di sejumlah wilayah di Serang, ketimpangan fasilitas pendidikan masih terasa nyata. Tidak semua sekolah memiliki ruang kelas yang layak, perpustakaan yang memadai, atau sarana pendukung pembelajaran yang menunjang kreativitas siswa. Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas proses belajar-mengajar. Ketika lingkungan belajar tidak mendukung, sulit mengharapkan hasil pendidikan yang optimal.

Baca Juga :  Bukan Hanya Soal Judi Online, Indonesia Sedang Menghadapi Krisis Karakter

Masalah lain yang tak kalah penting adalah akses terhadap teknologi. Di era digital seperti sekarang, penggunaan teknologi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Namun, masih ada siswa di Serang yang kesulitan mengakses perangkat elektronik maupun jaringan internet yang stabil. Akibatnya, proses pembelajaran digital belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Hal ini memperlebar kesenjangan antara siswa yang memiliki akses dan yang tidak.

Selain persoalan fasilitas dan teknologi, pendekatan pembelajaran juga perlu dievaluasi. Sistem pendidikan masih cenderung menitikberatkan pada capaian nilai dan kelulusan semata. Padahal, pendidikan sejatinya bertujuan membentuk manusia yang utuh, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepedulian sosial. Tanpa pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai tersebut, sekolah berpotensi melahirkan generasi yang kurang siap menghadapi dinamika sosial di masyarakat.

Baca Juga :  Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Peran tenaga pendidik juga menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru dan dosen tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik perlu mendapat perhatian. Tanpa dukungan yang memadai, sulit mengharapkan pendidik dapat menjalankan perannya secara optimal.

Di sisi lain, tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya berada di tangan sekolah dan pemerintah. Keterlibatan orang tua dan masyarakat juga sangat menentukan. Lingkungan yang mendukung budaya belajar, menghargai ilmu pengetahuan, serta mendorong anak untuk berkembang akan memberikan dampak positif yang signifikan. Pendidikan adalah kerja kolektif yang memerlukan sinergi semua pihak.

Baca Juga :  Biang Kerok Bencana Di Pulau Sumatera

Ke depan, pembenahan pendidikan di Serang harus dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada pemerataan kualitas. Peningkatan fasilitas, perluasan akses teknologi, penguatan karakter, serta pemberdayaan tenaga pendidik perlu menjadi agenda utama. Pendidikan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Jika pendidikan di Serang ingin menjadi jalan perubahan sosial dan peningkatan kesejahteraan, maka komitmen bersama sangat diperlukan. Tanpa langkah nyata, pendidikan hanya akan menjadi wacana, bukan solusi. Sudah saatnya pendidikan di Serang tidak hanya mengejar angka kelulusan, tetapi juga membentuk generasi yang siap membangun masa depan daerahnya sendiri. ***

Berita Terkait

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu
Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z
Literasi Digital Pelajar Tidak Boleh Menunggu Masalah Datang: Pelajaran dari PKM UNPAM Serang di SMAN 1 Kramatwatu
Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z

Berita Terbaru