Aktivitas 2 Pabrik Diduga Sebabkan Sawah Terendam hingga Tiga Kali Gagal Panen, Warga Sukajaya Minta DPRD Turun Tangan

Senin, 18 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], SERANG – Sejumlah warga Kampung Sukajaya, Kabupaten Serang, mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan dan operasional pabrik PT Kaisun dan PT Baja di wilayah mereka.

Keluhan tersebut juga siap disampaikan kepada DPRD Kabupaten Serang. Pada agenda yang akan datang, warga akan menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, mulai dari dugaan masalah lingkungan, polusi suara, hingga minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.

Perwakilan warga, Surya Alam, mengatakan masyarakat sudah cukup lama merasakan dampak dari aktivitas perusahaan yang berada di sekitar permukiman mereka. Menurutnya, persoalan banjir menjadi salah satu yang paling dirasakan warga, khususnya para petani.

Baca Juga :  Ananda Trianh Salichan: Hari Anak Nasional Momentum Wujudkan Pendidikan Aman dan Berkarakter di Banten
(Foto: Istimewa)

“Dulu lahan pertanian warga tidak pernah mengalami banjir separah sekarang. Setelah adanya pembangunan dan aktivitas pabrik, aliran air berubah dan sawah warga sering tergenang hingga menyebabkan gagal panen,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menyebut, kondisi tersebut membuat warga mengalami kerugian cukup besar karena hasil pertanian menurun dalam beberapa musim terakhir.

Selain persoalan lingkungan, Surya juga menyoroti kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional pabrik yang berlangsung hampir setiap hari.

Baca Juga :  Tinjau Longsor di Cikeusal, Bupati Serang Ratu Zakiyah Beri Warga Rumah Kontrakan

“Suara bising dari aktivitas pabrik cukup mengganggu, terutama pada malam hari saat warga ingin beristirahat. Kami berharap ada perhatian serius terkait hal ini,” katanya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Harapan masyarakat, keberadaan perusahaan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Tapi faktanya, tenaga kerja lokal yang diterima masih sangat minim,” ungkapnya.

Dalam surat permohonan audiensi yang sudah disiapkan, warga juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai berdampak terhadap perubahan sistem drainase dan aliran air di wilayah Kampung Sukajaya.

Baca Juga :  OJK Jabodebek & Banten Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Literasi Keuangan dan Stabilitas Ekonomi

Akibat kondisi tersebut, wilayah pertanian warga disebut mengalami gagal panen hingga tiga kali berturut-turut.

Melalui audiensi dengan DPRD Kabupaten Serang, warga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi dialog bersama pihak perusahaan guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

“Kami hanya ingin ada solusi dan perhatian terhadap kondisi masyarakat di sini. Mudah-mudahan DPRD bisa membantu memediasi persoalan ini,” tandas Surya. (*)

Berita Terkait

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 
Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang
Sopir Ekspedisi Lintas Jawa-Sumatera Diduga Edarkan Sabu di Serang, Polisi Sita Lebih dari 5 Gram
BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang
Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031
Meriahkan HUT Ke-81 RI, DPKPP Pandeglang Gelar berbagai Lomba Hingga Hias Kantor Pakai Barang Bekas
Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:34 WIB

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 

Kamis, 3 September 2026 - 16:02 WIB

Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:41 WIB

BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031

Berita Terbaru