Ironi Di Tengah Bencana: Mengapa Pemerintah Menolak Bantuan Asing Saat Ribuan Jiwa Menderita?

Sabtu, 27 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

Penulis: Ummu Salamah

(Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNPAM Kampus Serang)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Deretan bencana besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di akhir tahun 2025. Hujan deras, banjir, tanah longsor yang datang bertubi-tubi.

BNBP telah mencatat jumlah jiwa korban sudah mencapai angka seribu orang dan ribuan lainnya terjebak tanpa makanan, obat, atau bantuan medis.

Di tengah kekacauan ini, pemerintah justru menegaskan bahwa Indonesia bisa menangani semuanya sendiri.

Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia masih mampu menangani bencana alam ini sendiri. Namun, faktanya, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menerima bantuan apapun dari Pemerintah.

Baca Juga :  FKSS Provinsi Banten Mengapresiasi Transparasni PPDB Dindikbud Kabupaten Serang

Coba lihat keadaan di lapangan daerah-daerah seperti Aceh Tamiang, Gayo Lues, sampai Tapanuli benar-benar terisolasi. Apakah harga diri negara lebih penting daripada keselamatan rakyatnya? Pemerintah memang mengarahkan peralatan militer TNI dan helikopter BNPB, tetapi jangkauan dan kecepatannya tetap terbatas dibandingkan potensi bantuan global yang dikoordinasikan.

Menurut saya, dalam situasi darurat sebesar ini, di mana puluhan Kabupaten dan desa yang terdampak, kemanusiaan seharusnya lebih utama dari pada menuruti gengsi semata. Karena tidak ada yang salah dengan menerima uluran tangan Negara lain ketika rakyat sedang menderita.

Baca Juga :  Edi Santoso: Santri Adalah Kekuatan Moral Bangsa, Harus Mampu Hadapi Zaman Tanpa Hilang Jati Diri

Pemerintah harus memprioritaskan solidaritas kemanusiaan di atas kedaulatan politik. Ketika ribuan jiwa terancam, kebanggaan nasional harus diletakkan di bangku cadangan sementara waktu.

Prioritas utama negara adalah melindungi segenap tumpah darahnya. Menolak bantuan saat rakyat menderita adalah bentuk kegagalan empati dan manajemen krisis yang fatal.

Oleh karena itu, saya berharap agar pemerintah segera menerima bantuan internasional untuk mempercepat proses evakuasi dan bantuan kepada korban bencana.

Baca Juga :  Fenomena Banjir Kronik di Cilegon: Analisis Opini Publik dan Tuntutan Reformasi

Pemerintah juga harus memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, seperti makanan, air, dan obat-obatan. Selain itu, pemerintah harus meningkatkan koordinasi dengan organisasi kemanusiaan dan lembaga bantuan untuk mempercepat proses bantuan.

Pemerintah harus menyediakan informasi yang akurat dan transparan tentang situasi bencana dan proses bantuan kepada masyarakat.

Dengan demikian, pemerintah dapat menunjukkan komitmennya untuk melindungi keselamatan rakyat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52