Oleh: Ilham Pratama
251090200700
(Mahasiswa Hukum UNPAM Serang)
[BANTENESIA.NET] – Pancasila masih memiliki peran yang sangat penting sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia. Namun, dalam kenyataannya, Pancasila saat ini sering kali hanya menjadi slogan atau simbol, sementara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih belum optimal. Masyarakat menghafal lima sila Pancasila, tetapi nilai-nilainya belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku dan tindakan.
Contohnya dapat dilihat pada sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Hingga saat ini masih ditemukan berbagai kasus kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila belum sepenuhnya diwujudkan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, sila ketiga mengenai Persatuan Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan. Di era digital, perbedaan pandangan politik, agama, maupun latar belakang sosial sering kali menimbulkan perpecahan, terutama di media sosial. Padahal, perbedaan seharusnya dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan memperkaya kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, masih terdapat berbagai bentuk ketimpangan sosial dan ekonomi. Sebagian masyarakat menikmati kehidupan yang berkecukupan, sementara sebagian lainnya masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Situasi ini menunjukkan bahwa cita-cita keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila masih perlu terus diperjuangkan.
Meskipun demikian, Pancasila tetap relevan dan menjadi fondasi penting bagi bangsa Indonesia. Yang diperlukan saat ini bukan hanya menghafal atau mengucapkan Pancasila dalam berbagai kegiatan formal, melainkan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, menjaga persatuan, dan memperjuangkan keadilan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila. Apabila nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara konsisten, Pancasila tidak hanya akan menjadi simbol negara, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. ***







