OJK Jabodebek: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, Fintech dan Pasar Modal Tumbuh Positif

Kamis, 17 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET], JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah DKI Jakarta dan Banten tetap terjaga hingga pertengahan 2025.

Pertumbuhan positif tercatat merata di sektor perbankan, pasar modal, hingga Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), seiring penguatan ekonomi daerah, peningkatan literasi, dan optimalisasi perlindungan konsumen.

Di DKI Jakarta, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp4.846,54 triliun, tumbuh 4,87 persen secara tahunan (yoy), sementara penyaluran kredit mencapai Rp4.113,50 triliun, naik 10,06 persen yoy. Kualitas kredit tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) hanya 1,71 persen.

Wilayah Banten juga mencatat kinerja serupa. DPK mencapai Rp295,11 triliun, naik 6,21 persen, dengan porsi terbesar kredit disalurkan ke sektor konsumsi dan perdagangan. Menariknya, kepemilikan rumah tinggal menyumbang 31,89 persen dari total kredit konsumtif.

Namun, OJK mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mewaspadai sektor jasa perorangan di DKI Jakarta serta sektor transportasi dan pertambangan di Banten yang dinilai masih berisiko tinggi.

Baca Juga :  Kota Serang Siap Jadi Sentra Pertanian Bawang: Pemkot Siapkan 10 Hektar Lahan, Panen 120 Ton Ditargetkan

Minat masyarakat terhadap pasar modal menunjukkan tren positif. Jumlah investor di DKI Jakarta hingga April 2025 melonjak menjadi 3,75 juta, naik drastis 138,45 persen yoy, dengan konsentrasi tertinggi di Jakarta Pusat. Sementara di Banten, investor tercatat 827.740, tumbuh 8,30 persen, mayoritas berasal dari Kota Tangerang.

Meskipun nilai transaksi saham di DKI Jakarta terkoreksi 1,71 persen, wilayah Banten justru mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 8,70 persen, menegaskan potensi pertumbuhan pasar modal di luar ibu kota.

Sektor industri keuangan non-bank (IKNB) juga menunjukkan kinerja positif. Piutang pembiayaan di DKI Jakarta tumbuh tipis 0,36 persen yoy menjadi Rp92,51 triliun, sedangkan di Banten meningkat 7,47 persen menjadi Rp35,19 triliun.

Pertumbuhan paling menonjol datang dari sektor fintech lending. Di Jakarta, terdapat 2,61 juta rekening aktif dengan outstanding sebesar Rp12,42 triliun, naik 20,13 persen yoy. Di Banten, jumlah rekening aktif mencapai 1,64 juta dengan outstanding Rp5,94 triliun, tumbuh 15,47 persen yoy.

Baca Juga :  Satgas Pasti KOJT Jabodebek dan Banten Gencar Berantas Keuangan Ilegal di Provinsi Banten

Industri asuransi juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Premi asuransi jiwa dan umum di Jakarta masing-masing tumbuh 8,35 persen dan 5,50 persen. Sementara di Banten, premi asuransi umum naik 3,34 persen meski premi jiwa cenderung stagnan.

Pada sektor penjaminan, wilayah Banten mencatat lonjakan outstanding hingga 159,42 persen, mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap program penjaminan kredit.

OJK berhasil menyelesaikan 84,99 persen dari total 4.231 pengaduan konsumen di DKI Jakarta dan Banten. Sebagian besar keluhan terkait pinjaman daring, terutama menyangkut perilaku penagih utang.

Sepanjang Januari hingga Juni 2025, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) juga menerima 3.460 laporan pinjol ilegal dan 103 laporan investasi bodong. Fenomena ini memperkuat urgensi edukasi dan literasi keuangan secara menyeluruh.

Baca Juga :  Pemuda Kota Serang Gelar Diskusi Buku ‘Keadilan Gender’, Soroti Isu Perlindungan Perempuan

Melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK telah menggelar 3.001 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 10,6 juta peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, UMKM, hingga penyandang disabilitas.

Inisiatif strategis lain seperti program “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) serta pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), terus didorong demi pemerataan akses keuangan nasional.

OJK mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi legalitas entitas keuangan sebelum menggunakan layanan keuangan digital. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui Aplikasi APPK, menghubungi kontak OJK di 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau email ke konsumen@ojk.go.id.

Untuk edukasi dan informasi terbaru, masyarakat juga dapat mengikuti akun resmi media sosial OJK di @ojkindonesia, @ojk_jabodebek, @ojk_banten, dan @kontak157. (*/Pou)

Berita Terkait

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 
Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang
Sopir Ekspedisi Lintas Jawa-Sumatera Diduga Edarkan Sabu di Serang, Polisi Sita Lebih dari 5 Gram
BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang
Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031
Meriahkan HUT Ke-81 RI, DPKPP Pandeglang Gelar berbagai Lomba Hingga Hias Kantor Pakai Barang Bekas
Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:34 WIB

Diduga Edarkan Sabu 10,5 Gram di Sempu, Polresta Serang Kota Amankan Pria asal Lampung 

Kamis, 3 September 2026 - 16:02 WIB

Bawa Sabu 5 Gram Disembunyikan dalam Korek Api Kriket, Pria Asal Jakarta Ditangkap di Serang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:41 WIB

BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Terpilih Aklamasi, Ratu Siti Romlah Kembali Pimpin PW IPEMI Banten Periode 2026–2031

Berita Terbaru