Penulis: Tb. A Rizki Agustina
(Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNPAM Kampus Serang)
[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang, Tb. A Rizki Agustina, mengikuti program magang di Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang (ATR/BPN). Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan, tepatnya mulai 19 Januari hingga 03 Maret 2026 tersebut, menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung praktik administrasi negara, khususnya dalam bidang administrasi pertanahan dan pengelolaan warkah sebagai penunjang kualitas pelayanan publik.
Pemilihan Kantor Pertanahan sebagai lokasi magang dinilai selaras dengan bidang keilmuan Administrasi Negara yang mempelajari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta penyelenggaraan administrasi di instansi pemerintah. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang menjalankan perannya sebagai lembaga yang memberikan kepastian hukum hak atas tanah kepada masyarakat, mulai dari pendaftaran tanah, pengukuran dan pemetaan, penetapan hak, hingga pemeliharaan data pertanahan.
Selama menjalani magang, Rizki ditempatkan pada Bidang Pendaftaran dan Penetapan Hak dan terlibat dalam berbagai kegiatan administrasi pertanahan. Mulai dari penomoran berkas warkah DI.208 dan penulisan nomor NIBEL (Nomor Induk Bidang Elektronik) pada berbagai dokumen pertanahan, penginputan data ke dalam Microsoft Excel, pengecekan kesesuaian antara data digital dengan dokumen fisik, pengelompokan berkas berdasarkan nomor urut dan jenis permohonan, hingga penyusunan dan pengalbuman arsip berdasarkan tahun penyimpanan. Mahasiswa juga turut membantu pengalbuman formulir Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahunan guna mendukung kerapihan dan kemudahan pencarian dokumen arsip pertanahan.
Tidak hanya kegiatan administratif di dalam kantor, Rizki juga memperoleh pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis dokumen pertanahan yang dikelola secara langsung, seperti Akta Jual Beli (AJB), permohonan Roya Hak Tanggungan, permohonan Pendaftaran Perubahan Hak, serta permohonan Pemberian Hak atas Tanah. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas dan pentingnya pengelolaan dokumen dalam menunjang kelancaran layanan pertanahan kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa turut mempelajari bagaimana sistem komputerisasi warkah berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan. Penataan arsip yang tertib dan sistematis terbukti mempermudah proses pencarian dokumen, mempersingkat waktu pelayanan, serta meningkatkan akurasi dan akuntabilitas administrasi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman nyata mengenai pentingnya tertib administrasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Magang di Kantor Pertanahan memberikan pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat memahami secara langsung proses pengelolaan warkah dan administrasi pertanahan. Pengalaman ini menambah wawasan saya mengenai bagaimana prinsip-prinsip Administrasi Negara diterapkan dalam pelayanan pertanahan yang nyata kepada masyarakat,” ujar Rizki.
Melalui program magang ini, Rizki tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang administrasi pertanahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan pengelolaan arsip, ketelitian dalam pencatatan data, kedisiplinan, tanggung jawab, serta profesionalisme dalam lingkungan kerja pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam memahami praktik administrasi negara sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan dokumen yang teratur dan sistematis dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang berkualitas bagi masyarakat. ***







