[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Kota Serang terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung ketahanan pangan dengan menjadikan wilayahnya sebagai pusat produksi bawang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, untuk menjadi ladang pertanian bawang.
Langkah awal telah dilakukan, Selasa (8/10), di mana Pemkot menaburkan pupuk di lahan yang akan ditanami bawang. Menurut Pj Walikota Serang, Nanang Saefudin, lahan ini akan menjadi role model bagi proyek pertanian di kota tersebut.
“Sebagai permulaan, 3 hektar akan dijadikan role model,” jelas Nanang.

Potensi dari lahan ini cukup menjanjikan. Nanang memaparkan bahwa jika seluruh 10 hektar ditanami, Kota Serang diperkirakan dapat memproduksi hingga 120 ton bawang, mencukupi kebutuhan pasokan bawang di wilayah ini.
Dari 3 hektar lahan role model saja, hasil panen diharapkan mencapai 10 hingga 12 ton.
“Jika bawang yang dihasilkan bagus, kita bisa mencapai 120 ton dari 10 hektar, ini akan mencukupi kebutuhan Kota Serang,” ujarnya.
Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi tren positif bagi para petani di Kota Serang dan sekitarnya.
“Jika hasilnya baik, kami akan terus berkolaborasi dengan Pemprov dan BI untuk menjadikan ini kebiasaan yang menguntungkan bagi petani dan masyarakat,” tambah Nanang.

Selain itu, proyek ini juga berfungsi sebagai pilot project yang diharapkan menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lain di Provinsi Banten.
Dari total 10 hektar lahan, 3 hektar akan didukung secara penuh oleh BI, sementara 7 hektar sisanya didukung oleh Pemprov Banten.
Dengan langkah ini, Kota Serang siap mengembangkan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerahnya. (*/Pou)







