Jalan Tol Serang-Panimbang: Gerbang Menuju Kemajuan Ekonomi Banten

Jumat, 19 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang digagas oleh PT Wijaya Karya (Wika) Serang-Panimbang (Serpan) tengah menjadi sorotan publik.

Tarif tol yang dinilai tinggi dibandingkan dengan ruas tol lainnya memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Namun, ada beberapa alasan mendasar yang menjelaskan kebijakan tersebut.

Pudik Prayogi, PIC Teknik dan Operasi Wika Serpan, menjelaskan bahwa tarif tinggi tol Serang-Panimbang didasarkan pada beberapa faktor penting:

  1. Break Even Point (BEP) yang Panjang: Diperlukan waktu 15-20 tahun untuk mencapai BEP karena tingginya biaya konstruksi dan investasi.
  2. Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP): Tarif tol ditetapkan berdasarkan kemampuan dan kesediaan masyarakat untuk membayar jasa yang diterima.
  3. Perbandingan dengan Tol Lain: Tol Serang-Panimbang memiliki waktu investasi yang lebih baru dibandingkan tol Astra Infra Tol Tangerang-Merak, sehingga tarifnya tidak dapat dibandingkan secara langsung.
  4. Tarif Rata-Rata Jalan Tol di Indonesia: Tarif tol Serang-Panimbang sebesar Rp1.205 per kilometer lebih murah dibandingkan Astra Infra Tol Tangerang-Merak yang mencapai Rp800 per kilometer.
  5. Sensitivitas Wilayah: UMR di Lebak dan Pandeglang, dua wilayah yang dilintasi tol ini, merupakan yang terendah di Banten.
  6. Volume Kendaraan: Volume kendaraan di tol Serang-Panimbang hanya 5% dari total volume kendaraan harian di tol Astra Infra Tol Tangerang-Merak.
Baca Juga :  Polda Banten dan Insan Media Bersinergi: Berbagi Takjil hingga Buka Puasa Bersama Kapolri

Meskipun ada berbagai tantangan, Wika Serpan optimis bahwa tol sepanjang 83,67 kilometer ini akan menjadi katalisator bagi kemajuan ekonomi Banten. Diperkirakan, tol ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Banten hingga 6-7 persen dan mengurangi ketimpangan antara Banten Selatan dan Utara.

Baca Juga :  HNSI Pandeglang Tampung Aspirasi Nelayan, Soroti Kenaikan BBM hingga Pendangkalan Alur Dermaga

Beberapa faktor yang mendasari optimisme ini meliputi:

  1. Potensi Wisata: Ujung Kulon, destinasi wisata di ujung tol Serang-Panimbang, menarik banyak wisatawan yang ingin menghindari kemacetan saat momen liburan.
  2. Pembangunan Infrastruktur: Tol ini akan membuka akses ke berbagai potensi ekonomi di Banten Selatan, seperti kawasan industri, pertanian, dan perikanan.
  3. Meningkatnya Mobilitas Masyarakat: Tol ini akan memudahkan mobilitas masyarakat dan membuka peluang usaha baru.
Baca Juga :  Mengenal Investasi dalam Tahun Naga: Strategi dan Panduan untuk Masa Depan Finansial yang Sukses

Pembangunan tol Serang-Panimbang bukan tanpa kendala. Keterlambatan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pembangunan Seksi 2 dan 3 belum rampung di tahun 2024. Namun, Wika Serpan berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tol ini secepatnya.

Diharapkan, tol Serang-Panimbang dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat Banten dan memacu kemajuan ekonomi di wilayah tersebut. (*/Pou)

Berita Terkait

20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting
JBB Dukung Kebijakan Pemerintah Siap Menjaga Kamtibmas, Ketum Dahru Taufik: Hirup Rukun Ulah Aya Pasea, Ulah Pake Otot tapi Pake Otak
Sekjen DPP APDESI Merah Putih: Jaga Kekompakan, Dukung Ketua Terpilih Demi Kemajuan Organisasi
Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan
DPRD Kabupaten Serang Dorong Percepatan Puspemkab, Penyerahan Aset ke Kota Serang Dilakukan Bertahap
MSC Season 5: Jangan Berhenti di Piala, Jadikan Investasi Karakter dan Prestasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:56 WIB

20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31 WIB

JBB Dukung Kebijakan Pemerintah Siap Menjaga Kamtibmas, Ketum Dahru Taufik: Hirup Rukun Ulah Aya Pasea, Ulah Pake Otot tapi Pake Otak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52 WIB

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:53 WIB

Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:33 WIB

Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan

Berita Terbaru