[BANTENESIA.NET], Serang – Sebagai wujud kebersamaan dan kerjasama yang luar biasa, Kelompok Tani (Gapoktan) menyelenggarakan kumpul dan kampanye sadar pertanian untuk mempersiapkan musim tanam kedua tahun 2023 mendatang. Acara berlangsung di Kantor Penyuluhan Pertanian, Jl. Syekh Nawawi, Pontang-Kronjo, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin (19/6/2023).
Acara dihadiri tokoh-tokoh penting antara lain Koordinator Penyuluh Pertanian Mas’ud SP, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanara Akhmad Kusyanto dan Eti, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi yang bertugas memantau dan menanggulangi hama dan penyakit tanaman Arif, Selanjutnya, 30 Ketua dari berbagai Gapoktan di Kecamatan Tanara berpartisipasi aktif dalam acara tersebut.
Koordinator Penyuluh Pertanian, Mas’ud, SP, mengungkapkan tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran petani di Kecamatan Tanara tentang kegiatan pertanian yang diperlukan untuk menghadapi musim tanam kedua yang akan datang. Kampanye tersebut berusaha untuk menekankan dukungan pemerintah dalam hal infrastruktur dan sumber daya. Mas’ud berharap Gapoktan dan Poktan (Kelompok Tani) dapat secara efektif menyebarkan informasi yang dikumpulkan selama kampanye kepada petani di komunitas masing-masing, dan Arif Rochman, SP
Sementara itu, Akhmad Kusyanto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanara, menekankan pentingnya tetap waspada selama masa tanam awal musim tanam kedua. Ia mengimbau seluruh anggota Poktan dan petani untuk tetap waspada terhadap perubahan iklim, serta potensi munculnya hama dan penyakit tanaman.
Program bantuan pemerintah yang meliputi pembagian bibit kepada petani di wilayahnya masing-masing, serta pemberian alsintan menjadi sorotan dalam kampanye tersebut. Inisiatif ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan mempercepat proses penanaman.
Terkait alokasi dan penyaluran pupuk bersubsidi, koordinasi antara kelompok, penyuluh pertanian, dan distributor resmi lebih ditekankan. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk meminimalisir potensi permasalahan dan mencegah peredaran pupuk tidak resmi yang menyerupai pupuk bersubsidi.
Anggota kelompok yang hadir dengan suara bulat sepakat untuk mendukung upaya penanaman sinkron untuk musim tanam kedua tahun 2023 dengan memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia, baik melalui swadaya maupun bantuan pemerintah. Alokasi dan penyaluran pupuk bersubsidi akan disesuaikan dengan usulan yang diajukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati.
Sebagai penutup, baik penyuluh pertanian maupun peserta mengungkapkan dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap kebijakan pertanian pemerintah dan menekankan komitmen mereka untuk mendorong perdamaian dan keamanan Kamtibmas dalam komunitas mereka. Pertemuan tersebut menjadi bukti upaya bersama komunitas pertanian di Kecamatan Tanara, menyoroti dedikasi mereka terhadap praktik pertanian yang berkelanjutan dan sejahtera. (Pou)







