DPRD Banten Mulai Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah di SMA maupun SMK, Yeremia : Harus Jadi Refleksi Bersama

- Redaktur

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

[BANTENESIA.NET] – Tingginya angka putus sekolah pada usia SMA maupun SMK di Banten, menjadi sorotan para anggota DPRD Banten.

Salah satunya,  Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa menegaskan, bahwasannya angka anak putus sekolah tingkat SMA maupun SMK di Banten mencapai 20 persen.

Hal inipun, kata dia, menjadi gambaran nyata masih besarnya pekerjaan rumah pemerintah daerah dalam pembangunan sektor pendidikan.

“Bahkan, jika melihat partisipasi sekolah usia SMA/ SMK di Banten juga masih berada di bawah rata-rata nasional. Rata-rata lama sekolah masyarakat Banten saat ini masih di angka 9,8 tahun, yang berarti masih setara dengan lulusan SMP. Data lainnya menunjukkan sekitar 67 persen penduduk Banten masih berpendidikan di bawah SMA, sementara lulusan SMA sekitar 34 persen dan lulusan perguruan tinggi hanya berkisar 9 persen,” kata Yeremia melalui sambungan WA, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Peran BPJS Kesehatan dalam Menjamin Hak Kesehatan Warga Negara

Tak sampai disitu, masih kata Yeremia, hal seperti inipun harus menjadi refleksi bersama, mengingat Provinsi Banten telah berdiri lebih dari 25 tahun dengan visi mewujudkan masyarakat Banten yang maju, mandiri, dan sejahtera berdasarkan iman dan takwa.

Baca Juga :  Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi

“Salah satu pilar penting dalam misi tersebut adalah menciptakan masyarakat yang cerdas melalui pembangunan pendidikan yang berakhlak,” jelasnya.

Yeremia menegaskan, pembangunan pendidikan di Banten harus berbasis data kuantitatif lapangan yang akurat, disertai perencanaan matang dan pelaksanaan program yang berkualitas.

Pendanaan, lanjutnya, tidak hanya bersumber dari APBD dan APBN, tetapi juga dapat melibatkan sumber pembiayaan lain yang sah, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dia berharap program pendidikan gratis dan sekolah rakyat yang tepat sasaran serta berkualitas dapat mempercepat penurunan angka tidak sekolah dan putus sekolah, sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Banten.

Baca Juga :  Dinamika Perkembangan Pancasila di Era Modern Generasi

Selain itu, Yeremia mendorong adanya inovasi kebijakan pendidikan lainnya, seperti pemberian bantuan pendidikan tambahan bagi masyarakat kurang mampu agar dapat bersekolah dengan layak.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk yayasan pendidikan, sekolah swasta, pondok pesantren, dan dunia usaha.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap generasi Banten ke depan menjadi generasi emas yang mampu bersaing dan menjaab tantangan zamannya,” ujarnya. ***

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru