Dampak Tahun Politik Minim, 2024 Industri Properti Makin Moncer

Jumat, 1 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

General Manager (GM) Marketing CSG Ario Danu; Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage Division BTN Mochamad Yut Penta; Komisaris Utama CSG, Petrus Padmardjo; dan Direktur Sales & Marketing CSG Felicia Simon. ISTIMEWA

General Manager (GM) Marketing CSG Ario Danu; Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage Division BTN Mochamad Yut Penta; Komisaris Utama CSG, Petrus Padmardjo; dan Direktur Sales & Marketing CSG Felicia Simon. ISTIMEWA

JAKARTA, BANTENESIA.NET – Meskipun tahun 2024 ditandai oleh minimnya gejolak politik, industri properti di Indonesia justru diprediksi akan semakin berkembang pesat. Temuan menarik ini terungkap dalam acara Citra Swarna Group Media Luncheon 2024 dengan tema “Membaca Peluang Ekspansi Bisnis Properti Tahun 2024,” yang diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran pada Kamis, 29 Februari 2024.

Acara yang dihadiri oleh Komisaris Utama Citra Swarna Group (CSG), Petrus Padmardjo; Direktur Sales & Marketing CSG, Felicia Simon; serta Senior Vice President (SVP) Non-Subsidized Mortgage Division BTN, Mochamad Yut Penta, mengungkapkan optimisme dan pencapaian gemilang industri properti di tanah air.

Felicia Simon memaparkan bahwa pada tahun 2023, pendapatan Citra Swarna Group melonjak sebesar 39 persen, melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Dari target sekitar Rp600 miliar, pendapatan terealisasi mencapai Rp900 miliar. “Tahun ini, kami menetapkan target pendapatan sebesar Rp1,1 triliun, yang mencakup pendapatan dari akuisisi commercial building,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Baca Juga :  Citra Swarna Group Mengusung Semangat Pemerintah, Beli Rumah Gratis PPN 100% untuk Konsumen

Menurut Felicia, pendapatan terbesar CSG berasal dari proyek landed residential, baik yang sedang berjalan maupun yang baru dimulai. Tahun ini, CSG tidak hanya memfokuskan diri pada pengembangan rumah dan ruko, tetapi juga merambah ke bisnis lain, seperti akuisisi Siantar City Square di Pematang Siantar, commercial building di Palembang, dan penjajakan di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga :  Citra Swarna Group Berikan Hewan Qurban di Setiap Proyek

“Ekspansi CSG tidak hanya terbatas pada Jabodetabek, tapi juga akan mencakup wilayah Medan, Bogor, Palembang, Balikpapan, serta satu lagi di Jabodetabek,” ujarnya dengan optimisme. Sementara untuk proyek perumahan di Karawang, Bogor, dan Serang, pengembangan tidak hanya berhenti pada lahan yang sudah dimiliki. “Ekspansi CSG ini adalah langkah strategis sebagai pengembang properti skala nasional,” tambahnya.

Felicia juga menyampaikan bahwa CSG saat ini memiliki land bank sebanyak 300 hektar, yang diperkirakan akan terus bertambah. “Angka ini dinamis, dan kami optimis untuk terus memperluasnya,” jelasnya.

Hingga saat ini, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama konsumen CSG, dengan 99 persen pembeli yang memilih opsi ini, khususnya bagi mereka yang pertama kali memiliki rumah. SVP Non-Subsidized Mortgage Division BTN, Mochamad Yut Penta, menambahkan bahwa prospek properti di tahun 2024 sangat menjanjikan secara demografis, dengan sekitar 800 ribu keluarga baru setiap tahun yang membutuhkan rumah.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, BI Banten dan BCA Gelar Sertifikasi Halal Massal di Serang

“Indonesia memiliki potensi besar untuk pertumbuhan industri properti. Saat ini, backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah, menandakan masih banyak peluang bisnis yang dapat dikejar,” tutur Penta. Ia juga menegaskan bahwa kondisi industri properti di Indonesia tetap stabil, bahkan dalam kondisi ekonomi yang naik turun, menggambarkan kekuatan dasar industri properti di tanah air. (ABD)

Berita Terkait

Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal
QRISAMLING Jadi Langkah Baru Digitalisasi, BI Banten dan Bapenda Dorong Kepatuhan Pajak
FEKDI x IFSE 2026: Banten Raih Prestasi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah
BI Banten Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Dorong Pertanian Modern dan Jaga Stabilitas Harga Pangan
HARPELNAS 2026, Bank BJB KCK Banten Tegaskan Komit Beri Kualitas Layanan dan Jaga Hubungan Erat dengan Nasabah
Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan di HUT RI ke-81, MDR QRIS 0% Diperluas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:07 WIB

OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan

Rabu, 30 September 2026 - 23:53 WIB

Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 22:46 WIB

QRISAMLING Jadi Langkah Baru Digitalisasi, BI Banten dan Bapenda Dorong Kepatuhan Pajak

Jumat, 25 September 2026 - 12:50 WIB

FEKDI x IFSE 2026: Banten Raih Prestasi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah

Berita Terbaru