Banjir Di Aceh Tamiang : Jeritan Ekologi yang Terbungkam Pembalakan Liar

Senin, 15 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Khotibul Umam, Mahasiwa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Khotibul Umam, Mahasiwa Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Nama : Khotibul Umam
Program Studi Ilmu Hukum, Kampus Unpam Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang telah menjadi tragedi kemanusiaan dan lingkungan yang mendalam. Dengan dampak material yang sangat parah mulai dari rumah yang hanyut, akses jalan yang terputus, hingga tingginya jumlah pengungsi bencana ini bukan sekadar insiden alamiah yang terjadi sesekali, melainkan alarm serius yang menuntut evaluasi total terhadap kebijakan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana kita.

Menurut Khotibul Umam, Kejahatan Lingkungan
Salah satu temuan paling mencolok di lapangan adalah adanya tumpukan kayu gelondongan berukuran besar yang menyumbat aliran sungai. Hal ini menguatkan dugaan publik bahwa faktor pemicu utama banjir bandang ini adalah pembalakan liar (illegal logging) di hulu sungai. Jika benar, ini adalah kejahatan lingkungan terorganisir yang secara langsung bertanggung jawab atas penderitaan ribuan warga.
Pernyataan dari Presiden dan Kapolri yang menyoroti isu ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan hukum yang tegas dan transparan. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus segera:
Mengusut tuntas siapa di balik rantai pembalakan liar ini, bukan hanya pelaku lapangan.
Meningkatkan pengawasan hutan secara drastis, memanfaatkan teknologi, dan melibatkan masyarakat dalam pencegahan.

Baca Juga :  Kekerasan Seksual Luka Sosial yang Menuntut Keadilan Tanpa Syarat

Merehabilitasi kawasan hutan yang rusak di hulu Sungai Tamiang sebagai upaya mitigasi jangka panjang.

Dalam hal ini Prioritas Kemanusiaan dan Pemulihan
Dampak pasca banjir menyisakan kondisi yang memprihatinkan. Banyak rumah yang tertimbun lumpur dan dinilai tidak layak huni lagi, bahkan ada yang bergeser hingga ke badan jalan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah:

Baca Juga :  BI Banten Soft Launching Sekolah Lapang Pertanian Holtikultura: Langkah Inovatif Tingkatkan Produktivitas dan Ekonomi Petani di Serang

Logistik Dasar: Bantuan air bersih, makanan, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan bayi harus terdistribusi secara merata dan berkelanjutan, terutama di daerah yang terisolasi.
Fasilitas Kesehatan dan Sanitasi: Perluasan layanan kesehatan di posko pengungsian dan penyediaan toilet portabel untuk mencegah wabah penyakit pasca banjir.
Relokasi dan Rehabilitasi: Pemerintah harus segera menyusun rencana relokasi yang aman dan membangun kembali infrastruktur yang rusak parah, termasuk perbaikan tanggul. Bantuan pembangunan kembali rumah (rekonstruksi) harus menjadi prioritas utama.

Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Jangka Panjang
Aceh Tamiang adalah wilayah yang berulang kali dilanda banjir. Ini menunjukkan bahwa upaya mitigasi yang ada selama ini belum efektif. Pemerintah daerah harus didorong untuk:
Pemetaan Ulang Kawasan Rawan: Mengidentifikasi secara jelas daerah-daerah yang tidak layak huni pasca-bencana dan menerapkan tata ruang yang lebih ketat.

Baca Juga :  Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sistem Peringatan Dini: Mengembangkan dan menguji sistem peringatan dini (early warning system) yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat di bantaran sungai.

Edukasi Bencana: Melatih masyarakat secara rutin mengenai prosedur evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi banjir bandang.

“Tragedi Aceh Tamiang adalah cerminan rapuhnya perlindungan lingkungan dan kesiapsiagaan kita. Dengan bersatu dan menuntut akuntabilitas, kita berharap bencana serupa tidak terulang di masa depan.” ujar khotibul umam. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52