Profesionalisme Polisi dan Kepuasan Masyarakat Banten

Rabu, 3 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Solehudin, Mahasiswa Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Ahmad Solehudin, Mahasiswa Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis : Ahmad Solehudin
Dosen Pembimbing : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.,
Kepala Program Studi : Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi : Administrasi Negara
Universitas Pamulang, Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Kepolisian Daerah Banten saat ini berada dalam sorotan publik yang semakin tajam. Masyarakat menilai bahwa profesionalisme aparat bukan sekadar kemampuan teknis dalam menegakkan hukum, melainkan juga sikap, etika, dan tanggung jawab moral yang ditunjukkan dalam setiap interaksi dengan warga. Ketika polisi hadir dengan sikap ramah, transparan, dan responsif, masyarakat merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Sebaliknya, perilaku aparat yang kurang komunikatif atau bahkan melanggar kode etik menimbulkan ketidakpercayaan dan menurunkan kepuasan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Baca Juga :  Menggugat Reklamasi dan Erosi sebagai Pelanggaran Nilai Pancasila dan Hak Kewarganegaraan

Profesionalisme aparat Polri di Banten memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Profesionalisme yang ditopang oleh kompetensi teknis, integritas, serta akuntabilitas berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan publik. Masyarakat yang merasa dilayani secara profesional akan lebih percaya terhadap institusi kepolisian dan mendukung kinerjanya dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Sebaliknya, rendahnya motivasi dan kurangnya kemampuan personel, baik karena faktor internal maupun eksternal, akan menurunkan persepsi publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian.

Hal ini juga juga menyoroti pentingnya pendidikan kepolisian yang berkelanjutan, manajemen karier yang jelas, serta sistem penghargaan yang adil agar aparat termotivasi untuk bekerja lebih baik. Data pelanggaran etik dan disiplin yang masih tinggi menjadi alarm bahwa pembenahan internal harus dilakukan secara konsisten. Publik menginginkan polisi yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi teladan moral, pelindung, dan pengayom yang mampu menciptakan rasa aman.

Baca Juga :  Tingkatkan Pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan, 97 Siswa SMK Informatika Belajar Bersama di DPRD Banten

Selain itu, kepuasan publik terhadap kepolisian tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi lebih pada kualitas interaksi manusiawi antara aparat dan warga. Empati, keramahan, kejelasan informasi, serta kecepatan pelayanan menjadi faktor utama yang menentukan persepsi masyarakat. Oleh karena itu, publik berharap agar Polda Banten terus memperkuat profesionalisme melalui pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja yang objektif, dan penciptaan budaya kerja yang humanis.

Baca Juga :  Korupsi Masih Merajalela: Ketika Hukuman Belum Memberikan Efek Jera

Pada akhirnya, profesionalisme terhadap Kepolisian Daerah Banten adalah kunci untuk membangun kepercayaan dan kepuasan masyarakat. Polisi yang profesional akan lebih mudah diterima sebagai mitra masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Peningkatan profesionalisme aparat bukan hanya kebutuhan internal organisasi, tetapi juga tuntutan publik yang ingin melihat kepolisian hadir sebagai institusi yang bermartabat, berintegritas, dan dipercaya rakyat. ***

Berita Terkait

Banjir di Kota Serang: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Tidak Hanya Menunggu Air Surut
Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?
Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?
Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN
Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus
Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:57 WIB

Banjir di Kota Serang: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Tidak Hanya Menunggu Air Surut

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?

Rabu, 2 September 2026 - 21:37 WIB

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus

Berita Terbaru