Opini Hari Pahlawan di Era Globalisasi

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Asep Supriatna, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Asep Supriatna, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

NAMA : ASEP SUPRIATNA 

NIM : 251090200247

Kampus : Universitas Pamulang (UNPAM)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Sumpah Pemuda, yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, merupakan tonggak sejarah penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Melalui sumpah tersebut, para pemuda Indonesia menyatukan tekad untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Jika kita menarik paralel dengan kondisi saat ini, di era digital, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tetap relevan, bahkan semakin penting. Namun, tantangannya juga semakin kompleks.

Di era digital, kita hidup dalam dunia yang serba terhubung, di mana informasi dapat tersebar dalam hitungan detik dan batas-batas geografi atau negara hampir tak tampak lagi.

Kemajuan teknologi ini membawa peluang besar untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, namun juga bisa menjadi tantangan serius bagi nilai kebangsaan dan identitas nasional yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

Di dunia maya, para pemuda bisa dengan mudah terpapar oleh berbagai macam budaya, ideologi, dan pandangan hidup dari seluruh penjuru dunia.

Ini bisa menjadi peluang untuk memperkaya wawasan dan memperkuat rasa persatuan, tetapi bisa juga mengarah pada fragmentasi identitas bangsa.

Baca Juga :  Darurat Judi Online: Ketika Hukum Masih Tertinggal dari Kejahatan Digital

Tanpa pemahaman yang kuat tentang sejarah dan nilai-nilai budaya Indonesia, pemuda bisa kehilangan arah dan merasa lebih dekat dengan identitas global ketimbang nasional.

Dalam konteks ini, Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa meskipun kita hidup di dunia yang semakin global, persatuan Indonesia harus tetap menjadi prioritas.

Pemuda di era digital harus bisa menyeimbangkan keterbukaan terhadap informasi global dengan kebanggaan terhadap identitas bangsa, agar tetap menjaga rasa nasionalisme dalam menghadapi tantangan zaman.

Salah satu aspek penting dari Sumpah Pemuda adalah pengakuan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Di era digital, bahasa Indonesia seringkali terpinggirkan oleh dominasi bahasa Inggris dalam banyak platform teknologi, mulai dari media sosial, situs web, hingga aplikasi.

Meskipun begitu, pemuda Indonesia yang cerdas dan kreatif dapat menggunakan bahasa Indonesia secara kreatif di dunia digital untuk memperkuat jati diri bangsa.

Banyaknya konten digital berbahasa Indonesia yang kini tersedia di berbagai platform menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tetap hidup dan berkembang.

Baca Juga :  Mahasiswa Jawa Barat Bersatu: Mendukung KPU dan KPPS dalam Pemilu 2024 dengan Aksi Damai

Namun, kita harus lebih proaktif dalam memastikan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam ranah digital tidak hanya sekadar mempertahankan eksistensinya, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya tariknya di dunia maya.

Sumpah Pemuda bukan hanya tentang identitas, tetapi juga tentang tekad untuk berperan dalam kemajuan bangsa.

Dalam konteks digital, pemuda Indonesia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk terlibat dalam inovasi teknologi.

Dengan kreativitas dan kecerdasan mereka, pemuda Indonesia bisa menjadi pelopor dalam bidang teknologi, pengembangan perangkat lunak, hingga startup digital.

Namun, tantangan yang perlu dihadapi adalah bagaimana memastikan bahwa perkembangan teknologi ini berkontribusi pada kemajuan seluruh bangsa, bukan hanya segelintir kalangan.

Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk tidak hanya fokus pada kemajuan individu atau kelompok, tetapi juga untuk memperjuangkan kemajuan bersama, demi kebaikan bangsa.

Salah satu sisi gelap dari kemajuan digital adalah maraknya disinformasi dan polarisasi di media sosial.

Pemuda Indonesia perlu memiliki kemampuan literasi digital yang tinggi untuk bisa memilah informasi yang benar dari yang salah, serta tidak terjebak dalam konflik sosial yang seringkali timbul dari perbedaan pandangan di dunia maya.

Baca Juga :  BUMDes Gunung Batu Tingkatkan Citra Lewat Influencer dan Konten Digital

Sumpah Pemuda mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan, dan di era digital ini, hal itu berarti harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mempererat ikatan sosial, bukan justru menambah perpecahan.

Kesimpulan

Sumpah Pemuda di era digital mengajarkan kita bahwa tantangan zaman terus berkembang, tetapi esensi dari persatuan dan kebanggaan terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia tidak boleh pudar.

Pemuda Indonesia kini memiliki alat yang jauh lebih canggih untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan, namun juga harus bijak dalam menghadapinya. Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar kenangan sejarah, tetapi harus terus dihidupkan dalam tindakan nyata, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Di atas segalanya, di era digital ini, pemuda Indonesia harus tetap menjadi agen perubahan yang berkomitmen pada kemajuan bersama, dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keberagaman yang telah lama menjadi dasar bangsa ini. ***

Berita Terkait

Judi Online: Darurat Sosial yang Memerlukan Penanganan Komprehensif
Efektivitas Pemberantasan Narkotika di Tengah Modus Kejahatan Modern
Pancasila di Mata Gen Z: Cuma Hafalan atau Gaya Hidup?
Ketika Korupsi Menyentuh Energi Nasional: Pelajaran dari Kasus Pertamina
Makan Bergizi Gratis dan Krisis Kepercayaan Publik: Ketika Program Mulia Berhadapan dengan Tata Kelola
Korupsi dan Krisis Integritas: Tantangan Penegakan Hukum di Indonesia
Antara Kritik dan Pidana: Dilema Masyarakat dalam Menyuarakan Pendapat di Media Sosial
Kebebasan Berpendapat di Media Sosial: Hak atau Tanpa Batas?
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:23 WIB

Judi Online: Darurat Sosial yang Memerlukan Penanganan Komprehensif

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:17 WIB

Efektivitas Pemberantasan Narkotika di Tengah Modus Kejahatan Modern

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:42 WIB

Pancasila di Mata Gen Z: Cuma Hafalan atau Gaya Hidup?

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Ketika Korupsi Menyentuh Energi Nasional: Pelajaran dari Kasus Pertamina

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:27 WIB

Korupsi dan Krisis Integritas: Tantangan Penegakan Hukum di Indonesia

Berita Terbaru

(Foto: NET)

OPINI

Pancasila di Mata Gen Z: Cuma Hafalan atau Gaya Hidup?

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:42 WIB