Sektor Keuangan Jabodebek dan Banten Tetap Solid hingga 2025, OJK: Pertumbuhan Positif dan Perlindungan Konsumen Meningkat

Senin, 27 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET], Jakarta – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan di DKI Jakarta dan Banten tetap kuat dan resilien hingga pertengahan 2025.

Ketahanan ini ditopang oleh kinerja positif sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank (IKNB), serta meningkatnya pelindungan konsumen dan literasi keuangan masyarakat.

Kinerja intermediasi perbankan di kedua wilayah menunjukkan tren positif. Di DKI Jakarta, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp5.058,34 triliun atau naik 12,34% (yoy), sementara penyaluran kredit/pembiayaan tumbuh 9,75% (yoy) menjadi Rp4.216,65 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) pun terjaga rendah di 1,60%.

Sementara di Banten, DPK naik 4,89% (yoy) menjadi Rp303,20 triliun, dengan penyaluran kredit tumbuh 3,55% (yoy)mencapai Rp220,22 triliun dan NPL di level 2,30%. Perbankan di Banten didominasi oleh kredit konsumsi (53,27%), sementara di Jakarta, mayoritas disalurkan untuk modal kerja dan industri pengolahan.

Baca Juga :  BI Banten Distribusikan Uang 3,88 Triliun, Selama Ramadan dan Idul Fitri 2024

“Capaian ini menunjukkan fungsi intermediasi berjalan sehat dan mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” terang OJK Jabodebek dalam keterangannya.

Minat masyarakat berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Hingga Agustus 2025, jumlah investor di DKI Jakarta mencapai 3,9 juta orang, melonjak 92,02% (yoy), sementara di Banten jumlahnya 931,99 ribu investor, naik 19,01% (yoy).

Aktivitas transaksi saham di Jakarta mencapai Rp179,99 triliun, sementara di Banten justru tumbuh signifikan menjadi Rp20,49 triliun atau naik 13,59% (yoy).

Lonjakan ini mencerminkan semakin inklusifnya pasar modal dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi jangka panjang.

Baca Juga :  Banten Tempati Peringkat 5 Nasional dalam Pertumbuhan Ekonomi 2023 dengan Capaian Realisasi Investasi yang Mengesankan

Sektor Industri Keuangan Non-Bank juga menunjukkan kinerja positif. Hingga Juli 2025, piutang pembiayaan di DKI Jakarta mencapai Rp92,65 triliun dengan rasio NPF 2,07%, sementara di Banten tumbuh menjadi Rp35,24 triliundengan NPF 3,24%.

Di sektor pinjaman daring (fintech lending), Jakarta mencatat 2,65 juta rekening aktif dengan nilai outstanding Rp12,62 triliun, dan di Banten terdapat 1,68 juta rekening senilai Rp5,98 triliun.

Kinerja asuransi juga positif: premi asuransi jiwa di Jakarta naik 11,63%, sedangkan premi asuransi umum naik 7,35%. Di Banten, meskipun premi mengalami kontraksi, klaim asuransi jiwa meningkat, menandakan masih tingginya aktivitas layanan asuransi di masyarakat.

Hingga September 2025, OJK Jabodebek telah menangani 7.225 pengaduan konsumen dengan tingkat penyelesaian 87,65%. Mayoritas pengaduan berasal dari P2P lending, perbankan, dan perusahaan pembiayaan, dengan masalah utama seputar perilaku penagihan dan dugaan penipuan rekening.

Baca Juga :  Bank Banten Tanda Tangani Komitmen Penempatan RKUD Empat Pemda di Banten

Selain itu, OJK juga mencatat ribuan laporan fintech dan investasi ilegal, serta gencar melakukan edukasi keuanganmelalui lebih dari 4.200 kegiatan yang menjangkau 13 juta peserta di DKI Jakarta dan Banten.

Sebagai bagian dari komitmen mendorong inklusi keuangan, OJK Jabodebek bersama OJK Provinsi Banten terus memperkuat program seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Ekosistem Keuangan Inklusif 3T, Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), serta pengembangan program PED untuk sektor ekonomi kreatif.

OJK juga mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas entitas sebelum menerima tawaran investasi atau pinjaman online melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, atau kanal resmi @ojkindonesia dan @ojk_jabodebek. (*/Pou)

Berita Terkait

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten
The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern
BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:14 WIB

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran

Senin, 6 Juli 2026 - 21:49 WIB

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:13 WIB

OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01 WIB

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:48 WIB

BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Berita Terbaru