Pelayanan Publik Dinilai Buruk, Warga Kecewa kepada Pemerintah Desa Kedung Dalem ‎

Jumat, 23 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎[BANTENESIA.NET], ‎TANGERANG – Warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku kecewa atas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat.

‎Keluhan ini mencuat saat salah seorang bernama Neng Siti Khalillah, warga Kampung Kijem, Desa Kedung Dalem, mengurus perubahan sertifikat tanah ke kantor desa, sejak Maret 2018 silam.

Namun, hingga saat ini proses administrasi pertanahan tersebut mandek begitu saja, tanpa ada kejelasan dari pihak pemdes.

Baca Juga :  Nelayan Jaring Tarik Kabupaten Tangerang Siap Tertib, Dukung Penuh Program Pemerintah

‎“Saya sudah menanyakan kepada petugas desa soal sertifikat tanah yang direvisi hasil program PTSL, tetapi sampai sekarang gak ada tanggapan yang jelas,” ujar Neng, kepada wartawan, Kamis, 22 Mei 2025.

‎Neng mengatakan, tanah yang ia miliki itu  seluas 604 meter persegi, hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak tahun 2018.

Baca Juga :  PERBAL Banten Gelar Bukber & Dukung Kebijakan Presiden Soal Tarif Angkutan Lebaran

‎”Proses revisi sertifikat tanah mandek begitu saja di kantor desa. Staf desa gak ada yang mau ngasih informasi yang jelas,” ungkap dia.

‎Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya, Fahmi Fauzi. Ia merasa permohonan yang diajukan tidak ditindaklanjuti oleh aparatur desa.

‎”Sama saya juga ngurusin surat tanah. Kami merasa diabaikan, gak ada informasi yang jelas dari pemerintah desa mengenai status permohonan kami,” kata warga Kampung Kiladog, Desa Kedung Dalem ini.

Baca Juga :  Disperindag Kabupaten Tangerang Pastikan Timbangan Bagasi Pesawat di Bandara Soekarno Hatta Akurat

‎Ia menilai, permasalahan pelayanan administrasi pertanahan ini bukan hanya soal keterlambatan, tetapi juga minimnya komunikasi antara pemerintah desa dengan warga sekitar.

‎”Banyak warga mengaku gak tahu harus ngadu kemana, karena gak ada petugas yang memberikan informasi yang jelas,” tandasnya. (*****)

Berita Terkait

Irjen Pol Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi
Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi
Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi
354 Lulusan Diwisuda Gelombang I, Universitas Faletehan Bekali Mahasiswa Pengalaman Magang ke Jepang dan Taiwan
Ketua DPD IKM Tangsel Salurkan Bantuan, Ringankan Beban Biaya Bulanan Mahasiswa UNPAM
Berawal dari Pengungkapan di Kos, Polisi Bongkar Peredaran Sabu hingga ke Jakarta Barat
OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Generasi Muda Lewat ISFO 2026

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Irjen Pol Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:28 WIB

354 Lulusan Diwisuda Gelombang I, Universitas Faletehan Bekali Mahasiswa Pengalaman Magang ke Jepang dan Taiwan

Rabu, 30 September 2026 - 09:23 WIB

Ketua DPD IKM Tangsel Salurkan Bantuan, Ringankan Beban Biaya Bulanan Mahasiswa UNPAM

Berita Terbaru