Bappeda Gelar FGD Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang: Upaya Bersinergi dan Berkoordinasi

- Redaktur

Senin, 15 Januari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bappeda gelar FGD Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang, Tahun 2024. (Foto: Bantenesia)

Bappeda gelar FGD Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang, Tahun 2024. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema ‘Reformasi Birokrasi Tematik Terkait Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang Tahun 2024’, Senin (15/1) di Hotel Wisata Baru, Kota Serang.

Acara ini dihadiri Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanudin, Seluruh Kepala OPD Kota Serang atau yang mewakili, Kepala Kecamatan atau yang mewakili, dan Seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Serang atau yang mewakili.

Baca Juga :  Perguruan Tinggi POLGRI Banten Sumbangkan Aplikasi E-Learning SmartEduc ke SMK YP Fatahillah 2 Cilegon
FGD Percepatan Penurunan Stunting Kota Serang Tahun 2024. (Foto: Bantenesia)

Menurut Kepala Bappeda Kota Serang, Ina Linawati, menjadi wadah penting untuk memastikan bahwa semua perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan percepatan penurunan stunting dapat bersinergi, berkoordinasi tanpa tumpang tindih program kegiatan. Tujuannya adalah untuk memastikan efisiensi alokasi anggaran, pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi, dan pengumpulan data yang valid.

“Kami sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah di perangkat daerah, ingin agar semua berkolaborasi. Harapannya, pembicaraan mengenai penurunan stunting ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi penerus Kota Serang memiliki kondisi kesehatan yang optimal,” ucapnya.

Baca Juga :  Jalan Menuju Pasar Induk Rau Kota Serang Diterjang Banjir, Kendaraan Dialihkan
Kepala Bappeda Kota Serang, Ina Linawati. (Foto: Bantenesia)

“Angka stunting di Kota Serang masih mencapai 23%, sedangkan pemerintah pusat menargetkan penurunan hingga 14% pada tahun 2024,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Yudi Suryadi menegaskan dukungan Pemerintah Daerah Kota Serang terhadap program percepatan penurunan stunting. “Program ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Pusat, dan kami sepenuhnya mendukung FGD ini serta program-program OPD Kota Serang dalam penanganan percepatan penurunan stunting di tahun 2024,” ujarnya.

Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi. (Foto: Bantenesia)

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin, menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki peran kunci sebesar 20%-30% dalam penanggulangan stunting. “Penanggulangan stunting ada dua cara, yaitu secara spesifik dan sensitif. Dalam hal ini, kita perlu memperbaiki masalah spesifik seperti kesehatan anak, sementara untuk masalah sensitif 70%-80%, seperti lingkungan dan kesejahteraan, tanggung jawabnya lebih banyak pada OPD masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Sindikat Uang Palsu di Wilayah Hukum Polda Banten, 14 Tersangka Diamankan

Semangat bersinergi dan berkoordinasi terasa kuat dalam FGD ini, menandakan komitmen serius Pemerintah Kota Serang dalam mencapai target penurunan stunting serta menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan generasi penerus. (De)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 59 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru