[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema ‘Reformasi Birokrasi Tematik Terkait Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang Tahun 2024’, Senin (15/1) di Hotel Wisata Baru, Kota Serang.
Acara ini dihadiri Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanudin, Seluruh Kepala OPD Kota Serang atau yang mewakili, Kepala Kecamatan atau yang mewakili, dan Seluruh Kepala Puskesmas se-Kota Serang atau yang mewakili.

Menurut Kepala Bappeda Kota Serang, Ina Linawati, menjadi wadah penting untuk memastikan bahwa semua perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan percepatan penurunan stunting dapat bersinergi, berkoordinasi tanpa tumpang tindih program kegiatan. Tujuannya adalah untuk memastikan efisiensi alokasi anggaran, pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi, dan pengumpulan data yang valid.
“Kami sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah di perangkat daerah, ingin agar semua berkolaborasi. Harapannya, pembicaraan mengenai penurunan stunting ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan generasi penerus Kota Serang memiliki kondisi kesehatan yang optimal,” ucapnya.

“Angka stunting di Kota Serang masih mencapai 23%, sedangkan pemerintah pusat menargetkan penurunan hingga 14% pada tahun 2024,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Daerah Yudi Suryadi menegaskan dukungan Pemerintah Daerah Kota Serang terhadap program percepatan penurunan stunting. “Program ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Pusat, dan kami sepenuhnya mendukung FGD ini serta program-program OPD Kota Serang dalam penanganan percepatan penurunan stunting di tahun 2024,” ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin, menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki peran kunci sebesar 20%-30% dalam penanggulangan stunting. “Penanggulangan stunting ada dua cara, yaitu secara spesifik dan sensitif. Dalam hal ini, kita perlu memperbaiki masalah spesifik seperti kesehatan anak, sementara untuk masalah sensitif 70%-80%, seperti lingkungan dan kesejahteraan, tanggung jawabnya lebih banyak pada OPD masing-masing,” jelasnya.
Semangat bersinergi dan berkoordinasi terasa kuat dalam FGD ini, menandakan komitmen serius Pemerintah Kota Serang dalam mencapai target penurunan stunting serta menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan generasi penerus. (De)








Komentar