Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

- Redaktur

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Rina Puspita. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Rina Puspita. (Foto: Istimewa)

Nama: Rina Puspita
NIM: 2510921000051
Prodi: Administrasi Negara
Semester: 3 (Tiga)
Mata kuliah: Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Pembangunan fasilitas umum sering menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Mulai dari taman, alun-alun, toilet umum, hingga ruang terbuka yang bisa digunakan untuk beraktivitas. Namun, pernahkah kita memperhatikan bagaimana kondisi fasilitas tersebut setelah selesai dibangun ?

Baca Juga :  Diskriminasi Agama yang Ada di Indonesia

Fasilitas umum seharusnya bisa memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menggunakannya. Sayangnya, pembangunan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perawatan. Fasilitas yang awalnya dibuat untuk kepentingan bersama bisa kehilangan fungsinya apabila kebersihan dan kondisinya tidak dijaga dengan baik.

Sering kali perhatian lebih banyak tertuju pada pembangunan fasilitas baru, sementara perawatannya justru kurang mendapat perhatian. Padahal, fasilitas yang tidak dijaga lamakelamaan bisa rusak dan tidak lagi nyaman digunakan. Tentu sangat disayangkan jika fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah justru tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Korupsi, Kanker Kronis yang Menggerogoti Masa Depan Bangsa

Menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas masyarakat. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan dan perawatan secara rutin. Mulai dari menjaga kebersihan hingga memperbaiki fasilitas yang rusak. Di sisi lain, masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk tidak merusak atau menggunakan fasilitas secara sembarangan.

Baca Juga :  Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Kesadaran Berpolitik Mahasiswa

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya fasilitas yang berhasil dibuat. Hal yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat bagus di awal, tetapi kurang diperhatikan setelahnya.

Karena fasilitas publik bukan sekadar dibangun untuk dilihat, melainkan disediakan untuk digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ***

Berita Terkait

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu
Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa

Berita Terbaru