Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Kesadaran Berpolitik Mahasiswa

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aulia Rahma Putri, Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM SERANG. (Foto: Istimewa)

Aulia Rahma Putri, Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM SERANG. (Foto: Istimewa)

NAMA : AULIA RAHMA PUTRI 

NIM : 2510900029

KELAS : 01HKSM001

MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Kampus : Universitas Pamulang (UNPAM)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran berpolitik mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Di perguruan tinggi, mahasiswa bukan hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesadaran berpolitik merupakan salah satu aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar mahasiswa mampu memahami proses politik, menggunakan hak pilih secara rasional, dan berperan aktif dalam mewujudkan pemerintahan yang demokratis.

Baca Juga :  Tasyakuran Tahfizhul Qur’an 30 Juz Dirayakan dengan Haru di PonPes Darush Sholihin Bismillah

Sebagai mata kuliah yang mempelajari nilai-nilai Pancasila, demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, PKn membantu mahasiswa memahami bagaimana sistem politik Indonesia bekerja.

Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa menjadi lebih kritis dalam menyikapi berbagai isu politik.

Mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif, berita bohong, atau provokasi yang dapat memecah persatuan bangsa.

PKn menumbuhkan kesadaran bahwa partisipasi politik bukan hanya sekadar hadir di bilik suara saat pemilu, melainkan juga mengawasi kebijakan pemerintah, mengaspirasikan pendapat, hingga terlibat dalam kegiatan sosial yang mendukung kepentingan publik.

Baca Juga :  Tan Malaka: Revolusioner yang Mengajarkan Nasionalisme dengan Kesadaran

Namun, penyampaian materi PKn di kampus harus dikembangkan dengan metode yang relevan dan interaktif.

Diskusi isu politik terkini, simulasi pemilu kampus, hingga kegiatan organisasi mahasiswa dapat menjadi sarana pembelajaran politik yang nyata.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan peran sebagai warga negara demokratis dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, PKn juga memperkuat nilai moral dan etika politik bagi mahasiswa.

Di tengah maraknya praktik korupsi dan konflik kepentingan di dunia politik, generasi muda perlu dibekali prinsip kejujuran, transparansi, dan rasa tanggung jawab.

Baca Juga :  Siswa MA Ashhabul Maimanah Sampang Antusias Ikuti Pelatihan Video Marketing dari UNPAM Serang

Mahasiswa yang memiliki etika politik yang baik dapat menjadi agen perubahan menuju pemerintahan yang bersih dan berintegritas di masa depan.

Kesimpulannya, PKn memainkan peran penting dalam membangun kesadaran berpolitik mahasiswa.

Melalui pemahaman politik yang benar, partisipasi yang aktif, dan etika yang kuat, mahasiswa dapat berkontribusi besar dalam menjaga dan mengembangkan demokrasi di Indonesia.

Oleh sebab itu, PKn harus terus diperkuat sebagai wadah pembelajaran politik yang kritis, beretika, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. ***

Berita Terkait

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Berita Terbaru