Mahasiswa Unpam Sosialisasikan Pengelolaan SDM untuk Jaga Produktivitas UMKM Tempe Banjarsari saat Permintaan Menurun

- Redaktur

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama tim mahasiswa Program Studi Manajemen Unpam Kampus Serang, pemilik usaha, dan peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Sewor, Desa Banjarsari, Kota Serang, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)

Foto bersama tim mahasiswa Program Studi Manajemen Unpam Kampus Serang, pemilik usaha, dan peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Sewor, Desa Banjarsari, Kota Serang, Kamis (15/10/2026). (Foto: Istimewa)

Tim Kelompok:

Neng Tiara Sari (Ketua),
Deya Rohmah Awalia,
Dinda Ramadani,
Sakiinah Salwaa Ramadani,
Ayu Astuti

Dosen Pembimbing PKM: 
Mesakh, S.E., M.M.

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Penurunan permintaan tempe berdampak pada produksi dan jam kerja 12 pekerja di salah satu UMKM tempe di Banjarsari. Menanggapi kondisi tersebut, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kampung Sewor, RT 01/RW 04, Desa Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Kamis (15 Oktober 2026). Kegiatan ini diikuti 15 peserta.

Kegiatan ini dipimpin Neng Tiara Sari. Ia didampingi empat anggota tim, yaitu Deya Rohmah Awalia, Dinda Ramadani, Sakiinah Salwaa Ramadani, dan Ayu Astuti. Dosen pendamping mereka adalah Mesakh, S.E., M.M. Mitra kegiatan adalah usaha tempe milik Jalim yang mempekerjakan 12 karyawan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tempe dikonsumsi luas oleh masyarakat, dan sebagian besar diproduksi usaha mikro dan kecil yang masih mengandalkan tenaga manusia. Karena itu, keterampilan dan pengalaman pekerja sangat menentukan kelancaran produksi.

Usaha mitra ini sudah berdiri sejak 1995. Selama lebih dari tiga dekade, para pekerjanya menjadi bagian penting dari proses produksi. Namun, kini usaha ini menghadapi tantangan. Permintaan tempe turun, sehingga jumlah produksi ikut dikurangi. Akibatnya, jam kerja tidak maksimal dan tenaga kerja tidak terpakai secara optimal.

Baca Juga :  Pelatihan Strategi Branding Bagi pengusaha Pemula, Mahasiswa UNPAM Ajarkkan Marketplace dan Platform Sosial Media di SMKN 7 Kota Serang

Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah produksi, tetapi juga dengan penghasilan para pekerja dan keluarganya yang bergantung pada usaha tersebut.

Pemilik usaha pun berada di posisi sulit. Jika karyawan dikurangi, biaya memang turun. Namun, usaha berisiko kehilangan pekerja terampil yang sudah berpengalaman, sehingga produksi bisa terganggu saat permintaan naik kembali. Sebaliknya, jika semua karyawan dipertahankan tanpa pengaturan tugas, waktu kerja terbuang dan biaya menjadi tidak efisien.

Karena itu, tim mahasiswa menyampaikan materi tentang pengelolaan SDM yang lebih fleksibel, sehingga tenaga kerja tetap dapat dimanfaatkan tanpa langsung mengurangi jumlah pekerja.

Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Unpam Kampus Serang bersama dosen pendamping, Mesakh, S.E., M.M. (Foto: Istimewa)

Sebelum acara, tim melakukan observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Hasilnya menunjukkan beberapa masalah. Pembagian tugas masih sederhana dan sering berubah mengikuti kondisi produksi. Kemampuan pekerja berbeda-beda, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan pun berbeda. Usaha ini juga belum memiliki standar kerja tertulis.

Tim lalu menyampaikan lima langkah pengelolaan SDM yang dapat diterapkan mitra. Pertama, menyusun pembagian tugas yang jelas pada setiap tahap produksi, mulai dari perebusan, perendaman, pencucian, pemisahan kulit, peragian, penirisan, hingga pembungkusan. Kedua, menyesuaikan jumlah pekerja dan beban kerja dengan volume produksi. Ketiga, meningkatkan keterampilan pekerja lewat pelatihan. Keempat, menyusun standar kerja sederhana. Kelima, membiasakan koordinasi dan disiplin sebelum produksi dimulai.

Baca Juga :  Pendekatan ABCD: Strategi Akademisi Universitas Pamulang Perkuat Ekonomi Lokal Cilograng

Saat produksi menurun, pekerja tidak harus menganggur. Mereka bisa diarahkan menjaga kebersihan tempat produksi, mengecek bahan dan peralatan, membantu pengemasan, serta membuat pencatatan sederhana. Dengan begitu, jam kerja tetap terisi dengan kegiatan yang bermanfaat meskipun produksi sedang berkurang.

Inti kegiatan berupa sosialisasi kepada pemilik usaha dan masyarakat sekitar. Acara berlangsung pukul 07.00–11.30 WIB bersama dua kelompok mahasiswa Pemasaran, dengan satu orang perwakilan sebagai pemateri. Rangkaiannya meliputi registrasi, sambutan, pemaparan materi SDM dan pemasaran, penyerahan plakat, hingga games dan doorprize. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh dari aktivitas produksi tempe sehari- hari.

Suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi games. Peserta, mulai dari pekerja hingga warga sekitar, terlihat antusias mengikuti permainan yang disiapkan tim mahasiswa. Tawa dan sorakan terdengar bergantian, sementara peserta saling memberi semangat satu sama lain. Sesi ini membuat suasana yang awalnya serius menjadi lebih santai dan akrab, sehingga peserta lebih nyaman berinteraksi dengan tim mahasiswa maupun sesama peserta.

Keseruan berlanjut pada pembagian doorprize yang menjadi bagian paling ditunggu peserta. Setiap kali pemenang diumumkan, tepuk tangan dan sorakan terdengar riuh, dan peserta yang beruntung maju menerima hadiah dengan wajah semringah. Peserta lain pun ikut bersemangat sambil berharap giliran berikutnya jatuh kepada mereka. Sesi games dan doorprize ini menjadi penutup yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antara mahasiswa, pemilik usaha, pekerja, dan warga sekitar.

Baca Juga :  Sikap Penegak Keadilan dalam Penilaian Pancasila dan Kewarganegaraan

Kegiatan ini menargetkan lima hasil: pembagian tugas yang jelas, jumlah pekerja yang sesuai beban produksi, keterampilan yang meningkat, standar kerja yang tersedia, serta koordinasi dan disiplin yang membaik.

Pengaturan seperti ini diharapkan membuat hubungan kerja antara pemilik dan pekerja lebih teratur, karena tugas, waktu kerja, dan langkah saat pesanan sepi menjadi lebih jelas. Tim juga mengundang warga sekitar, sehingga materi yang disampaikan dapat menjadi bahan belajar bagi usaha lain di lingkungan tersebut.

Jika diterapkan secara konsisten, langkah-langkah tersebut diharapkan membantu usaha mempertahankan pekerja berpengalaman, menghemat biaya mencari dan melatih tenaga baru, serta menjaga pendapatan keluarga pekerja.

Usaha kecil seperti ini kerap menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa berharap materi yang disampaikan dapat menjadi masukan bagi UMKM tempe Banjarsari dalam mengelola tenaga kerja dan menghadapi penurunan permintaan. ***

Berita Terkait

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Mahasiswa Manajemen UNPAM Serang Dampingi UMKM Tempe Perluas Pasar di Tengah Keterbatasan Produksi
Mahasiswa Manajemen UNPAM PSDKU Serang Dampingi UMKM Tempe Walantaka Go Digital
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah

Berita Terbaru