Budaya Buang Sampah Sembarangan: Masalah Kebiasaan atau Kurangnya Pengawasan

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Rohdatul lupiah. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Rohdatul lupiah. (Foto: Istimewa)

Nama : Rohdatul lupiah
NIM : 251092100146
Prodi : Administrsi Negara
Semester : 3 ( Tiga )
Mata : Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu : ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M.A.P

Universitas Pamulang ( UNPAM ) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Masalah sampah masih mudahditemukan di berbagai lingkungan masyarakat. Salah satunyaadalah sampah yang menumpuk di pinggir jalan, saluran air, maupun lahan kosong. Kondisi tersebut tidak hanya membuatlingkungan terlihat kotor, tetapi juga dapat mengganggukenyamanan masyarakat.

Baca Juga :  Menggugat Reklamasi dan Erosi sebagai Pelanggaran Nilai Pancasila dan Hak Kewarganegaraan

Di beberapa lingkungan di Serang, masih dapat ditemukanmasyarakat yang membuang sampah di tempat yang bukanseharusnya. Padahal, sebagian besar masyarakat sudahmengetahui bahwa membuang sampah sembarangan dapatmenimbulkan berbagai masalah. Hal ini menunjukkan bahwapersoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapijuga dengan kebiasaan dan kesadaran masyarakat.

Jika dilihat dari teori tindakan sosial Max Weber, seseorangmelakukan suatu tindakan berdasarkan alasan tertentu. Dalamkasus ini, membuang sampah sembarangan bisa terjadi karenadianggap lebih mudah dan praktis. Ketika perilaku tersebut terusdilakukan dan dibiarkan, akhirnya dapat menjadi kebiasaan yang dianggap biasa oleh lingkungan sekitar.

Baca Juga :  PKM Edukasi Pemanfaatan Registrasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Digital melalui Aplikasi Mobile JKN di Kelurahan Warung Jaud

Namun, masalah ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepadamasyarakat. Pemerintah juga memiliki peran dalammenyediakan tempat sampah, mengatur pengangkutan sampah, memberikan edukasi, dan melakukan pengawasan. Denganbegitu, masyarakat memiliki fasilitas sekaligus dorongan untukmenjaga kebersihan.

Baca Juga :  Pelatihan dan Pengelolaan Keuangan pribadi dan Pemasaran produk Kreatif Siswa/i SMKN 1 CIRUAS melalui program digital

Menurut saya, masalah sampah di Serang membutuhkanperubahan dari kedua pihak. Masyarakat harus mulaimembiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, sedangkan pemerintah perlu memastikan pengelolaan dan pengawasan berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, masalah sampah bukan hanya persoalan “siapayang membuang”, tetapi juga tentang bagaimana kebiasaanmasyarakat dapat berubah. Lingkungan yang bersih tidak akantercipta hanya dengan aturan, tetapi membutuhkan kesadarandan kerja sama seluruh masyarakat. ***

Berita Terkait

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil
Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang
Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?
Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?
Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?
Ketika Suara Mahasiswa Turun ke Jalan: Opini Publik dan Konflik Sosial di Banten
Banten di Peringkat Ketiga Pengangguran: Apa yang Salah dengan Lapangan Kerja?
Jembatan Delapan Meter dan Pelajaran Besar tentang Gotong Royong

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:24 WIB

Usut Tuntas Oknum BMT Anyar: Kembalikan Hak Uang Pedagang Kecil

Rabu, 30 September 2026 - 10:23 WIB

Ketika Bahu Jalan Menjadi Lapak Dagangan: Persoalan Kemacetan di Pasar Kalodran, Serang

Rabu, 30 September 2026 - 10:22 WIB

Anggaran Ratusan Juta Untuk Gapura Di Kabupaten Pandeglang: Sudah Tepatkah Prioritas Pembangunannya?

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Banjir di Kota Serang: Isu Alam atau Tantangan Infrastruktur?

Rabu, 30 September 2026 - 10:18 WIB

Royal Baroe Untuk Siapa: Modernisasi Kawasan atau Penggusuran Pelan-Pelan?

Berita Terbaru