Nama : Rohdatul lupiah
NIM : 251092100146
Prodi : Administrsi Negara
Semester : 3 ( Tiga )
Mata : Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu : ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M.A.P
Universitas Pamulang ( UNPAM ) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Masalah sampah masih mudahditemukan di berbagai lingkungan masyarakat. Salah satunyaadalah sampah yang menumpuk di pinggir jalan, saluran air, maupun lahan kosong. Kondisi tersebut tidak hanya membuatlingkungan terlihat kotor, tetapi juga dapat mengganggukenyamanan masyarakat.
Di beberapa lingkungan di Serang, masih dapat ditemukanmasyarakat yang membuang sampah di tempat yang bukanseharusnya. Padahal, sebagian besar masyarakat sudahmengetahui bahwa membuang sampah sembarangan dapatmenimbulkan berbagai masalah. Hal ini menunjukkan bahwapersoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapijuga dengan kebiasaan dan kesadaran masyarakat.
Jika dilihat dari teori tindakan sosial Max Weber, seseorangmelakukan suatu tindakan berdasarkan alasan tertentu. Dalamkasus ini, membuang sampah sembarangan bisa terjadi karenadianggap lebih mudah dan praktis. Ketika perilaku tersebut terusdilakukan dan dibiarkan, akhirnya dapat menjadi kebiasaan yang dianggap biasa oleh lingkungan sekitar.
Namun, masalah ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepadamasyarakat. Pemerintah juga memiliki peran dalammenyediakan tempat sampah, mengatur pengangkutan sampah, memberikan edukasi, dan melakukan pengawasan. Denganbegitu, masyarakat memiliki fasilitas sekaligus dorongan untukmenjaga kebersihan.
Menurut saya, masalah sampah di Serang membutuhkanperubahan dari kedua pihak. Masyarakat harus mulaimembiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, sedangkan pemerintah perlu memastikan pengelolaan dan pengawasan berjalan dengan baik.
Pada akhirnya, masalah sampah bukan hanya persoalan “siapayang membuang”, tetapi juga tentang bagaimana kebiasaanmasyarakat dapat berubah. Lingkungan yang bersih tidak akantercipta hanya dengan aturan, tetapi membutuhkan kesadarandan kerja sama seluruh masyarakat. ***








