Nama: Tita Mei Utami
NIM: 251092100119
Mata Kuliah: Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Semester: 3 Program Studi Administrasi Negara S-1
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Para pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi kawasan Simpang Empat Palima, Kecamatan Curug, Kota Serang. Persimpangan strategis yang menghubungkan wilayah Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan jalur Palka menuju Cinangka tersebut dilaporkan kerap menjadi lokasi insiden kecelakaan lalu lintas akibat penumpukan berbagai faktor kerawanan di lapangan.
Faktor yang menyebabakan seringnya terjadi kecelakaan di kawasan simpang empat palima yaitu:
• Sering Terjadi Pelanggaran Rambu (Menerobos Lampu Merah)
Banyak pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum yang tidak sabar padahal lampu masih menunjukan warna merah,sehingga memicu terjadinya tabrakan dari arah berlawanan
• Aksi Nekat Mengeblong Lampu Merah
Banyak pengendara yang justru menambah kecepatan saat lampu lalu lintas sudah beralih dari hijau ke kuning. Bahkan, meski lampu sudah jelas-jelas menyala merah, mereka tetap nekat menyerobot persimpangan sehingga menyebabakan tabrakan yang tidak bisa dihindari.
• Pengendara Roda Dua Masih Banyak yang Tidak Pakai Helm
Masih banyak ditemukan pengendara roda dua yang tidak memakai helem saat di jalan raya. Hal ini sangat berbahaya dan meningkatkan risiko kecelakaan yang menyebabakan cidera kepala saat terjadi benturan.
• Berhenti Sembarangan dan Tiba-Tiba
Kebiasaan buruk dari pengemudi angkutan umum yang sering ngetem atau berhenti mendadak untuk mencari penumpang, serta mobil dan roda dua yang menepi tanpa aba-aba, kerap memicu tabrakan beruntun dari arah belakang.
• Lampu Lalu Lintas (Traffic Light) Sering Eror
Fasilitas lampu merah di perempatan ini dilaporkan beberapa kali mendadak padam. Akibat tidak berfungsi, banyak pengendara yang akhirnya saling menerobos jalan dan membuat arus lalu lintas dari empat arah menjadi semrawut tanpa kendali.
• Tingginya Volume Kendaraan Berat
Jalur Palima merupakan rute perlintasan utama truk-truk besar bermuatan berat menuju arah Palka (Cinangka).
• Kondisi Jalan Menurun Menuju Cinangka
Jalur arah Cinangka dikenal memiliki turunan yang tajam. Bentuk jalan seperti ini sangat rawan memicu kecelakaan fatal, terutama jika dilewati truk tambang berukuran besar yang mengalami fungsi rem blong.
Rentetan masalah lalu lintas di kawasan Palima ini menjadi pengingat berharga bahwa jalan raya bukanlah tempat untuk saling mendahului atau egois. Ingatlah bahwa ada keluarga yang menanti kita pulang dengan selamat di rumah. Oleh karena itu, mari kita bangun kebiasaan berkendara yang aman: turunkan kecepatan saat mendekati persimpangan, simpan ponsel Anda, pastikan pelindung kepala selalu terpasang, dan tetap tertib mengantre lampu merah demi keselamatan bersama. ***








