Kota Semakin Padat: Antara Kemajuan dan Kualitas Hidup yang Menurun

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Gina Seftiana. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Gina Seftiana. (Foto: Istimewa)

Nama: Gina Seftiana
Nim: 251092100136
Prodi: Administrasi Negara
Semester : 3 (Tiga)
Mata Kuliah Teori Sosial Indonesia
Dosen Pengampu Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Lihatlah kondisi kota-kota besar di Indonesia saat ini, termasuk daerah-daerah yang sedang berkembang pesatseperti di wilayah Banten dan sekitarnya. Gedung-gedungbertingkat bermunculan di mana-mana, jalan raya terusdiperlebar dan diperpanjang, pusat perdagangan, kawasanusaha, serta perumahan baru tumbuh berjejer rapi. Jumlahpenduduk terus bertambah setiap tahunnya, orang-orang dariberbagai daerah datang berbondong-bondong mencaripekerjaan, pendidikan, dan peluang hidup yang lebih baik. Semua perubahan ini kerap kali kita sebut sebagai tandakemajuan dan perkembangan. Pertumbuhan ekonomi terlihatnaik, banyak lapangan kerja terbuka, fasilitas umum kianlengkap, dan wajah kota terlihat makin modern serta megah. Namun, di balik segala kemegahan dan pertumbuhan itu, adasatu hal penting yang sering kali terlupakan dan terabaikan: apakah warga yang tinggal dan beraktivitas di sini benar-benar merasakan manfaatnya, atau justru sebaliknya, kenyamanan hidup mereka makin lama makin menurun?

Baca Juga :  Tragedi Argo Mahasiswa UGM 2025: Duka Hukum di Simpang Keadilan 

Kenyataan yang kita rasakan sehari-hari menjawab hal itusendiri. Semakin padat dan berkembang suatu kota, semakinbanyak pula masalah yang muncul dan menumpuk. Kemacetan lalu lintas sudah menjadi pemandangan biasa dan tak terhindarkan, menghabiskan waktu berjam-jam hanyauntuk menempuh jarak yang seharusnya dekat. Udara di sepanjang jalan utama makin berasap, kotor, dan berbau tidaksedap akibat asap kendaraan dan aktivitas pembangunan yang tak henti-henti. Suara bising dari klakson, mesin kendaraan, dan aktivitas bangunan terdengar terus-menerus, membuatsuasana kota terasa bising dan melelahkan telinga. Ruang terbuka hijau, taman, atau tempat istirahat yang sejuk dan tenang makin lama makin sempit, berkurang, bahkan banyakyang berubah fungsi menjadi bangunan atau jalanan saja.

Belum lagi masalah lain yang ikut menyertai: biaya kebutuhanhidup naik terus secara bertahap, harga tanah dan tempattinggal menjadi sangat mahal sehingga banyak warga terpaksatinggal di tempat yang sempit atau jauh dari tempat kerja. Sementara itu, fasilitas penunjang seperti tempat parkir, pengelolaan sampah, dan sistem drainase sering kali tidaksanggup mengimbangi jumlah penduduk yang bertambahcepat. Pembangunan seolah-olah hanya berfokus mengejarangka pertumbuhan ekonomi, penampilan fisik kota, dan keuntungan semata, tanpa disertai perencanaan yang matangdemi kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Sering kali kita mendengar istilahkota maju, tapi warganya makin menderita“.

Baca Juga :  Lunturnya Pancasila di Tengah Era Modern

Padahal, apa sebenarnya makna dari kemajuan itu sendiri? Kemajuan sejati suatu kota tidak hanya diukur dari seberapatinggi gedung yang dibangun, seberapa lebar jalan yang dibuat, atau seberapa besar pendapatan daerahnya. Kemajuanyang sesungguhnya harus terlihat dan dirasakan langsung darikualitas hidup warganya. Kalau penduduknya setiap hariharus lelah dan stres karena macet, sulit bernapas karenaudara kotor, gampang sakit karena lingkungan tidak sehat, merasa tidak aman, atau susah memenuhi kebutuhan dasar, maka pembangunan yang dilakukan itu belum bisa dikatakanberhasil. Sebesar apa pun bangunannya, tidak akan ada artinyakalau tidak membawa manfaat nyata bagi kehidupan orang banyak.

Baca Juga :  Tantangan dan Problematika Hukum Islam Dalam Konteks Indonesia Kontemporer

Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai mengubah carapandang dan pola pembangunan yang ada. Perencanaan kotaharus disusun dengan seimbang dan berkelanjutan. Membangun gedung dan jalan tentu diperlukan, tapi harusdiimbangi dengan penyediaan ruang terbuka hijau yang cukup, pengaturan lalu lintas yang tertib dan cerdas, sertapengelolaan lingkungan yang baik. Perlu juga diperhatikanketersediaan tempat tinggal yang layak, harga kebutuhan yang terjangkau, serta fasilitas umum yang mudah diakses semuakalangan.

Tujuannya sederhana: agar kota yang kita bangun makinmaju, makin berkembang, dan makin makmur, tetapi tetapmenjadi tempat tinggal yang nyaman, sehat, aman, dan layakbagi siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kemajuan dan kualitas hidup warga seharusnya berjalan beriringan, bukanmalah berjalan berlawanan arah. ***

Berita Terkait

Kaligandu dalam Perubahan: Antara Kemacetan, Banjir, dan Pembangunan
Banjir di Kota Serang: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Tidak Hanya Menunggu Air Surut
Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?
Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?
Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN
Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus
Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:50 WIB

Kota Semakin Padat: Antara Kemajuan dan Kualitas Hidup yang Menurun

Senin, 14 September 2026 - 10:57 WIB

Banjir di Kota Serang: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Tidak Hanya Menunggu Air Surut

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?

Rabu, 2 September 2026 - 21:37 WIB

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Berita Terbaru