Pengawasan Ombudsman: Kunci Membangun Pelayanan Publik yang Berintegritas di Provinsi Banten

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNPAM Serang, Ahmad Solehudin. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNPAM Serang, Ahmad Solehudin. (Foto: Istimewa)

Penulis: Ahmad Solehudin
(Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara UNPAM Serang)

[BANTENESIA.NET] – Pelayanan publik merupakan wajah utama pemerintahan di mata masyarakat. Setiap kali seseorang mengurus administrasi kependudukan, memperoleh layanan kesehatan, mengurus izin usaha, atau mengakses layanan pendidikan, kualitas pelayanan yang diterima akan membentuk tingkat kepercayaan terhadap pemerintah. Oleh karena itu, pelayanan publik tidak hanya dituntut cepat dan mudah, tetapi juga harus dilaksanakan secara adil, transparan dan bebas dari praktik penyalahgunaan wewenang. Namun, realitas menunjukkan bahwa berbagai bentuk maladministrasi masih menjadi persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. Data Ombudsman Republik Indonesia menunjukkan bahwa laporan masyarakat terkait maladministrasi masih cukup tinggi dari tahun ke tahun, meskipun bentuk penyalahgunaan wewenang bukan lagi menjadi jenis laporan terbanyak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembenahan kualitas pelayanan publik masih menjadi pekerjaan bersama.

Berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan magang di Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Banten, terlihat bahwa pengawasan pelayanan publik tidak hanya berfokus pada penyelesaian laporan masyarakat, tetapi juga pada upaya mencegah terjadinya maladministrasi sejak dini. Ombudsman menjalankan fungsi pengawasan melalui penerimaan dan verifikasi laporan, pemeriksaan substansi, mediasi, koordinasi dengan instansi terkait, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan pelayanan. Di sisi lain, Ombudsman juga aktif melakukan pencegahan melalui sosialisasi, kajian pelayanan publik, serta pemantauan terhadap standar pelayanan yang dimiliki setiap instansi. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengawasan yang efektif memerlukan pendekatan preventif sekaligus korektif agar kualitas pelayanan publik terus mengalami perbaikan.

Baca Juga :  Universitas Pamulang PSDKU Serang Laksanakan Kegiatan PKM di SMA IT AL-FAHMI Kota Serang, Ajarkan Membangun Pengembangan ide melalui media sosial dan e-comerce sebagai alat pemasaran bisnis online

Selama magang, penulis terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan Dokumen (LHPD), analisis pemberitaan mengenai pelayanan publik, penyusunan notulensi rapat, serta inventarisasi berbagai persoalan pelayanan publik di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa setiap laporan masyarakat memerlukan proses pemeriksaan yang cermat, didukung oleh bukti yang memadai, serta analisis terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Pengawasan pelayanan publik ternyata bukan sekadar menerima pengaduan, melainkan juga memastikan bahwa setiap penyelenggara pelayanan memahami kewajibannya dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan prinsip legalitas, akuntabilitas dan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, penyalahgunaan wewenang tetap menjadi persoalan yang patut mendapat perhatian serius meskipun jumlah laporannya tidak sebesar bentuk maladministrasi lain seperti penundaan berlarut atau penyimpangan prosedur. Penyalahgunaan wewenang memiliki dampak yang jauh lebih luas karena dapat melahirkan diskriminasi pelayanan, ketidakadilan, bahkan membuka peluang terjadinya praktik korupsi. Apabila kondisi tersebut dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah akan terus menurun. Oleh sebab itu, pengawasan yang dilakukan Ombudsman menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas birokrasi sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan pejabat publik tetap berada dalam koridor hukum dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  UPG Gelar Wisuda Sarjana dan Magister, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas dan Kemampuan Beradaptasi

Menurut pandangan penulis, tantangan terbesar dalam pengawasan pelayanan publik saat ini bukan hanya terletak pada banyaknya laporan yang masuk, tetapi juga pada rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan dugaan maladministrasi. Masih banyak masyarakat yang menganggap pelayanan yang lambat, diskriminatif, atau tidak sesuai prosedur sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan publik. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan yang disertai bukti yang memadai, semakin besar pula peluang Ombudsman untuk mendorong perbaikan pelayanan publik secara sistemik.

Selain itu, penyelenggara pelayanan publik juga perlu memandang pengawasan Ombudsman sebagai bentuk pembinaan, bukan ancaman. Rekomendasi dan tindakan korektif yang diberikan Ombudsman seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi setiap instansi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik akan mempercepat terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif dan berorientasi pada kepentingan publik. Sebaliknya, apabila rekomendasi pengawasan diabaikan, maka berbagai persoalan pelayanan akan terus berulang dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan

Pengalaman magang di Ombudsman RI Perwakilan Banten juga memberikan pemahaman bahwa membangun pelayanan publik yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Pemerintah daerah, instansi vertikal, Ombudsman, akademisi, media massa, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengawasan pelayanan publik tidak hanya bersifat reaktif setelah muncul pengaduan, tetapi juga mampu mencegah terjadinya maladministrasi melalui edukasi, penguatan standar pelayanan dan peningkatan integritas aparatur negara.

Pada akhirnya, kualitas pelayanan publik merupakan cerminan kualitas tata kelola pemerintahan. Keberadaan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Banten membuktikan bahwa negara menyediakan mekanisme pengawasan yang independen untuk melindungi hak masyarakat memperoleh pelayanan yang adil dan berkualitas. Namun, keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada Ombudsman sebagai lembaga pengawas, melainkan juga pada komitmen penyelenggara pelayanan publik untuk memperbaiki diri dan keberanian masyarakat dalam menyuarakan hak-haknya. Dengan sinergi tersebut, pelayanan publik di Provinsi Banten diharapkan semakin transparan, akuntabel, responsif, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. ***

Berita Terkait

Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat
UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Dosen Unpam Kampus Serang Gelar PKM, Tingkatkan Produktivitas Pengelola BUMDes di Lebak
Universitas Pamulang Gelar PKM di Desa Bejod Lebak, Tingkatkan Kesiapan Kerja Masyarakat
Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, Siswa SMAN 8 Pandeglang Diajak Bijak Kelola Uang
Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi
Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi
Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Siswa, UNPAM Kampus Serang Gelar PKM di SMAN 1 Lebak Wangi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:17 WIB

UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Dosen Unpam Kampus Serang Gelar PKM, Tingkatkan Produktivitas Pengelola BUMDes di Lebak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Universitas Pamulang Gelar PKM di Desa Bejod Lebak, Tingkatkan Kesiapan Kerja Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, Siswa SMAN 8 Pandeglang Diajak Bijak Kelola Uang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB