Penulis :
Wafiq Nurul Hikmah,
Alia Rostiani,
Muhammad Faiq Al-Thifaal,
Rani Muliani,
Farastia Mutiara Rizky
Dosen Pembimbing: Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Ketua PKM: Muhammad Faiq Al-Thifaal
Program Studi:
Administrasi Negara UNPAM Serang
[BANTENESIA.NET] – Kegiatan ini merupakan implementasi nyata mahasiswa Kelompok PKM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga diharapkan memberi bekal bagi warga Desa Singamerta untuk memahami manfaat digitalisasi pemerintahan, proses transformasi layanan publik digital, serta langkah-langkah aman dalam menggunakan platform digital pemerintah.
Sambutan hangat datang dari masyarakat desa, khususnya tokoh karang taruna yang mendukung penuh. Warga hadir aktif berpartisipasi dalam sosialisasi dan diskusi, menciptakan ruang interaktif yang hidup. Dengan adanya sosialisasi oleh Kelompok PKM di Desa Singamerta menjadi langkah strategis untuk mendekatkan edukasi transformasi digital pemerintahan kepada masyarakat pedesaan.
Di tengah tantangan literasi digital dan kekhawatiran terhadap privasi data, inisiatif Kelompok PKM seperti ini krusial untuk membangun kepercayaan warga agar memanfaatkan layanan digital secara optimal.

Bayangkan warga desa yang sebelumnya ragu menggunakan layanan administrasi online karena belum paham atau takut salah, kini bisa belajar langsung tentang cara mengakses Sistem Pelayanan Publik (SIMPEL), mengurus dokumen kependudukan secara daring, pengecekan informasi layanan pemerintah, serta menjaga keamanan data pribadi melalui diskusi terbuka di pojok desa yang digagas Kelompok PKM.
Ini bukan sekadar ceramah, tapi wadah dialog yang melibatkan pemuda, ibu rumah tangga, hingga petani, memperkuat kemampuan masyarakat untuk berinteraksi dengan pemerintahan modern berkat dedikasi Kelompok PKM.
Program ini menekankan praktik langsung. Kegiatan meliputi bagaimana cara mendaftar layanan pemerintah secara online, panduan membuat akun, tips sederhana untuk menghindari penipuan digital, dan sesi tanya jawab tentang layanan pemerintahan di daerah.
Hasilnya, banyak warga kini lebih percaya diri mengurus dokumen lewat ponsel, sehingga tidak perlu sering ke kantor kecamatan. Dampaknya, pelayanan publik di desa menjadi lebih cepat dan efisien.
Pemerintah daerah, dinas terkait, dan penyelenggara layanan digital patut mendukung serta memperluas program serupa dari Kelompok PKM, karena edukasi digital bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif.
Desa Singamerta telah menunjukkan kemajuan berkat inisiatif Kelompok PKM; mari dorong replikasi model ini ke desa-desa lain agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih merata. ***








