[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Suasana penuh suka cita mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Warga RW 06 Taman Baru dan RW 08 Lebak Jero menggelar Gebyar Panjang Mulud, Minggu (7/9/2025) atau bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1447 H.

Tradisi Panjang Mulud kali ini disambut meriah dengan beragam hiasan kreatif yang dipersembahkan warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi RT yang ikut serta. Ketua RW 08 Lebak Jero, Heri Husaeri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh RT 23 dan RT 26.

“Panjang Mulud di Lebak Jero dengan perkembangan jaman yang dahulu Kita pake Masakan dan untuk sekarang Kita pake Sembako atau Mentahan. Alhamdulillah partisipasi panjang mulud dari RT yang ikut serta sangat antusias. Dan Insyaallah akan terbagi rata, dengan menggunakan kupon supaya lebih tetib mulai dari anak-anak, ibu-ibu, juga bapak-bapak, baik warga dari seluruh Kota Serang maupun Kabupaten Serang,” ujarnya.
Sementara itu, di RW 06 Taman Baru, Ketua Pelaksana PHBI Gebyar Panjang Mulud, Taufik Imron menjelaskan bahwa ada lima RT yang ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut.
“Panjang Mulud yang ada ini, yang pertama Kita akan bagikan kepada Orang Tua yang Kita undang terutama para Kiyai-kiyai yang ada disekitaran lingkungan sini. Kemudian untuk masyarakat yang datang kesini Kita niatkan sedekah dari Warga Taman disini, istilahnya mah ngeropok yah,” jelasnya.

Kepala Kelurahan Taman Baru, Arifudin, turut hadir sekaligus memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia mengapresiasi semangat warga yang mampu menjaga dan melestarikan tradisi Islami sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Sebagai Wujud rasa cinta dan syukur masyarakat, Kita merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Alhamdulillah, RW 06 di Masjid Al Ilyas Taman Baru dan semua RW di Kelurahan Taman Baru. Mudah-mudahan kegiatan ini dari tahun ketahun semakin membaik,” ucapnya.
Sebagai informasi, Gebyar Panjang Mulud di Kelurahan Taman Baru telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinanti masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. (Pou)







