[BANTENESIA.NET] – Hallo Bantenesian! #Nga_Infokeun nih, bahwa di antara 365 hari dalam setahun, ada satu tahun yang berbeda? Ya, Anda benar! Ini adalah tahun kabisat, dan tidak seperti tahun-tahun biasa, tahun kabisat terjadi hanya sekali setiap empat tahun.
Tahun kabisat, yang kita kenal terjadi pada bulan Februari, bulan dengan hari terpendek. Biasanya, Februari hanya memiliki 28 hari, tetapi ketika tahun kabisat tiba, bulan ini diberkahi dengan satu hari ekstra, sehingga menjadi 29 hari, seperti hari ini, Kamis (29/2)
Jadi, mengapa kita perlu tahun kabisat, dan bagaimana hal itu bisa terjadi?
Para ahli telah memperhitungkan bahwa waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk mengelilingi Matahari sekitar 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 46 detik. Namun, perhitungan ini tidak menyelaraskan dengan tepat ke dalam 365 hari yang biasa kita ketahui.
Oleh karena itu, kelebihan jam ini dikelompokkan dan diakumulasikan selama empat tahun. Hasilnya? Satu hari tambahan yang dikenal sebagai tahun kabisat.
Cukup sederhana, sebenarnya. Jika tahun tersebut dapat dibagi habis oleh 400, maka itu adalah tahun kabisat. Dengan metode ini, kita dapat dengan mudah memprediksi kapan tahun kabisat akan terjadi.
Tapi, bagaimana kita bisa mengetahui kapan tahun kabisat akan terjadi?
1. Apabila angka tahun tersebut habis dibagi dengan 400, maka tahun itu adalah tahun kabisat.
2. Apabila angka tahun tersebut tidak habis dibagi dengan angka 400, namun malah habis dibagi angka 100, maka tahun tersebut bukanlah tahun kabisat.
3. Apabila tahun tersebut tidak habis dibagi 400 ataupun 100, namun habis dibagi dengan angka 4, maka tahun itu adalah tahun kabisat.
4. Apabila tahun tersebut tidak habis dibagi 400, 100, maupun 4, maka dipastikan tahun tersebut bukanlah tahun kabisat.
Itulah fenomena tahun kabisat yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali.
(Sumber: NET)







