Polda Banten Ungkap Dua Kasus Kriminal di Proyek Strategis Cilegon: Penghasutan Anarkis hingga Pemerasan terhadap Kontraktor

- Redaktur

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten berhasil mengungkap dua kasus besar yang mengguncang kawasan industri di Kota Cilegon. Kasus pertama melibatkan aksi penghasutan, pengerusakan, hingga ancaman kekerasan di proyek PT Lotte Chemical Indonesia, sementara kasus kedua berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proyek PT Chandra Asri Alkali (CAA).

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Ditreskrimum Polda Banten, Senin (30/6/2025), Dirreskrimum Kombes Pol Dian Setyawan mengungkap bahwa tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus unjuk rasa anarkis di proyek PT Lotte Chemical Indonesia.

Aksi yang terjadi pada 29 Oktober 2024 itu sempat viral di media sosial karena adanya sweeping paksa terhadap karyawan dan perusakan fasilitas proyek di area Site Office PT Daeah WP1 dan WP4.

“Tujuh tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda-beda, mulai dari orator, pelaku sweeping, hingga koordinator lapangan,” jelas Dian.

Baca Juga :  Kapolda Banten Bacakan Teks Pancasila pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025

Ketujuh tersangka yakni MA (30), MR (31), AJ, TA (49), FK (37), EH (50), dan MF (41). Mereka dijerat pasal berlapis, termasuk Pasal 160, 170, 406, dan 335 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.

Motif unjuk rasa sendiri diketahui karena adanya tuntutan warga lokal untuk dipekerjakan dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan limbah proyek. Namun, aksi yang berujung kekerasan ini, menurut pihak kepolisian, telah melanggar batas hukum dan merugikan jalannya proyek strategis.

Pemerasan di Proyek Chandra Asri: Tekanan Demi Proyek

Tak hanya itu, Polda Banten juga berhasil mengungkap dugaan pemerasan dalam proyek pembangunan PT Chandra Asri Alkali (CAA) yang berlokasi di kawasan Krakatau Steel, Kota Cilegon.

Seorang pria berinisial ASH (33), yang diketahui sebagai anggota Forum Pengusaha Samangraya, ditetapkan sebagai tersangka usai penyelidikan atas laporan yang diterima pada 16 Juni 2025.

Baca Juga :  SPPG Polda Banten Siap Jadi Percontohan: Pastikan Mutu dan Kualitas Gizi untuk Dukung Generasi Emas 2045

Tersangka ditahan pada 20 Juni 2025 setelah terbukti melakukan tekanan dan ancaman kepada kontraktor proyek PT Total Bangun Persada.

“ASH menyampaikan ancaman agar proyek dihentikan bila belum ada komitmen kerja sama dengan pihak lokal. Tekanan ini kemudian berujung pada pemberian proyek pemasangan pagar kepada kelompok yang diwakilinya,” ujar Kombes Pol Dian.

Tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dan/atau Pasal 335 ayat 1 butir (1) KUHP dengan ancaman pidana hingga 9 tahun penjara. Polisi menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pemaksaan demi memperoleh keuntungan pribadi yang merugikan iklim investasi.

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Dian menegaskan komitmen Polda Banten untuk melindungi jalannya proyek pembangunan dan investasi dari segala bentuk intimidasi.

“Setiap upaya pemaksaan yang menghambat pembangunan akan kami tindak tegas. Investasi harus berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Baca Juga :  Serahkan Peta Bidang Penguasaan Tanah, Menteri ATR/Kepala BPN Harap Lurah Kotasari Bisa Kontrol Wilayahnya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melanggar hukum.

“Kami membuka ruang dialog dan menghargai kebebasan berpendapat, tapi aksi anarkis dan pemerasan tidak dapat ditoleransi,” imbaunya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan di Banten dengan tetap menjaga keamanan dan transparansi.

“Laporkan jika ada pihak yang melakukan pemerasan atau tindakan melawan hukum lainnya. Kami pastikan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Didik.

Dengan pengungkapan dua kasus ini, Polda Banten menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi yang sehat di kawasan industri Banten, khususnya di Kota Cilegon yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis nasional. (Pou)

Berita Terkait

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata
Rp600 Juta untuk Perbaiki tempat Ibadah dan Ambulans Jadi Prioritas Dana Bankeu dari Kabupaten Serang
Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis
OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan
OJK Perkuat GRC di Sektor Keuangan, Siap Hadapi Tantangan Global dan Disrupsi Digital
OJK & ABI Gelar Bulan Literasi Kripto 2026, Dorong Masyarakat Melek Aset Digital
Ekbispar Awards Masuk dalam Materi Pencapaian Positif Gubernur Andra Soni di LKPJ
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:51 WIB

Siap Kembali Digelar ‘Run for Vision 2026’, RS Mata Achmad Wardi Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mata

Senin, 13 April 2026 - 11:26 WIB

Rp600 Juta untuk Perbaiki tempat Ibadah dan Ambulans Jadi Prioritas Dana Bankeu dari Kabupaten Serang

Jumat, 10 April 2026 - 14:17 WIB

Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis

Kamis, 9 April 2026 - 17:59 WIB

OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan

Kamis, 9 April 2026 - 17:57 WIB

OJK Perkuat GRC di Sektor Keuangan, Siap Hadapi Tantangan Global dan Disrupsi Digital

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB