Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan I 2024: Meningkat, Meski Melambat

- Redaktur

Selasa, 14 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Pada triwulan I 2024, ekonomi Banten menunjukkan pertumbuhan yang solid meskipun melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Ekonomi Banten tumbuh sebesar 4,51% secara year on year (yoy) dan 0,84% secara quarter to quarter (qtq), mencapai total PDRB Rp211,73 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dari pertumbuhan triwulan IV 2023 yang mencapai 4,81% (yoy) dan di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11% (yoy).

Hal ini diketahui saat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten menggelar Taklimat Media – Laporan Perekonomian Provinsi Banten, Senin (13/5) disalah satu Rumah Makan di Kota Serang.

Hadir dalam Taklimat Media- Laporan Perekonomian Provinsi Banten, tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M.Moesa, Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Jajang Hermaran, Kepala Tim BI Banten, Lukman Hakim, Agus Sumirat, Juhari, Karyawan dan Staf BI Banten, serta rekan-rekan Media.

Baca Juga :  Kisah Ajaib: Arsenal Singkirkan Kutukan dan Raih Gelar Community Shield 2023

Konsumsi Rumah Tangga sebagai Motor Pertumbuhan

Konsumsi rumah tangga terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Banten, dengan kontribusi sebesar 52,18% dari total PDRB dan pertumbuhan 5,46% (yoy). Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor utama peningkatan konsumsi, didorong oleh aktivitas ekonomi yang meningkat menjelang Pemilihan Umum dan Hari Besar Keagamaan Idul Fitri. Terealisasinya Tunjangan Hari Raya juga memperkuat keyakinan masyarakat dalam melakukan konsumsi.

Sektor Industri dan Jasa Menguat

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan mendominasi dengan kontribusi 73,52% dari total PDRB Banten. Sektor-sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan:

  • Penyediaan akomodasi, makan, dan minum tumbuh 8,48% (yoy).
  • Industri pengolahan tumbuh 5,81%.
  • Perdagangan besar dan eceran tumbuh 3,32%.
  • Konstruksi tumbuh 6,75%.
  • Transportasi dan pergudangan tumbuh 6,98%.
  • Real estate tumbuh 2,19%.
Baca Juga :  Perkuat Keterbukaan Publik, PPID Kota Serang dan Komisi Informasi Banten Bangun Sinergi

Industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Banten, dengan subsektor petrokimia dan makanan minuman menunjukkan peningkatan permintaan.

Inflasi Terkendali, Pandeglang Tertinggi

Inflasi di Banten tercatat sebesar 0,41% (mtm), 1,87% (ytd), dan 3,42% (yoy) pada April 2024. Inflasi tertinggi terjadi di Pandeglang sebesar 0,85% (mtm) atau 3,93% (yoy), sementara Kabupaten Lebak mengalami deflasi sebesar -0,25% (mtm) atau 3,06% (yoy). Komoditas seperti bawang merah, angkutan antar kota, dan emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi.

Intermediasi Perbankan dan Digitalisasi

Stabilitas keuangan di Banten tetap terjaga dengan aset perbankan tumbuh 11,51% (yoy). Penyaluran kredit meningkat 8,61% (yoy) dengan kredit UMKM mencapai Rp59,07 triliun, tumbuh 7,41% (yoy). Non Performing Loan tetap stabil di angka 2,75%.

Banten juga mencatatkan net outflow sebesar Rp1,55 triliun dengan transaksi non-tunai yang terus meningkat. Pemanfaatan QRIS sebagai kanal pembayaran digital melonjak dengan volume transaksi mencapai Rp91,67 juta dan nominal transaksi Rp9,74 triliun, menempatkan Banten di posisi ke-5 nasional dalam penggunaan QRIS.

Baca Juga :  Bank Banten Luncurkan Program Tabungan Jawara Berhadiah, Cashback dan Voucher Belanja Menanti Nasabah

Prospek Ekonomi dan Event Kreatif

Pada 2024, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%, didukung oleh pertumbuhan konsumsi domestik. Inflasi Banten diharapkan melandai sesuai target nasional 2,5% ±1,00%.

Bank Indonesia Banten akan menyelenggarakan Karya Kreatif Banten & Digiwara Fun Fest 2024 pada 5-9 Juni di Bintaro Xchange Mall, mengusung tema “Inovasi, Digitalisasi, dan Kolaborasi Menuju Banten Maju, Mandiri, dan Sejahtera”. Acara tahunan ini bertujuan untuk mendorong perkembangan UMKM dan digitalisasi di Banten.

Dengan semua ini, Banten terus menunjukkan kemajuan ekonomi yang positif, meskipun tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga laju pertumbuhan dan stabilitas harga. (*/Pou)

Berita Terkait

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian
Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar
KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi
Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern
Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026
Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal
Berita ini 34 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Berita Terbaru