[BANTENESIA.NET], Moskow, Federasi Rusia – Indonesia kembali unjuk kiprah di kancah internasional. Rifki Kusuma Wardana, mahasiswa asal Serang, Banten yang juga Kepala Unit Penjaminan Mutu PPI Dunia 2024–2025 sekaligus Presiden Asosiasi Mahasiswa Internasional Kazan Federal University, tampil sebagai pembicara dalam Forum Pemuda Internasional “Generation of Unity” yang menjadi bagian dari World Public Assembly pertama di Moskow, 19–21 September 2025.
Dalam forum bergengsi yang menghadirkan lebih dari 4.000 peserta dari 100 negara, Rifki menekankan pentingnya peran budaya sebagai perekat dalam dialog antarbangsa.

Menurutnya, keterikatan emosional yang terjalin lewat kegiatan budaya mampu mencairkan suasana serius dalam pertemuan internasional.
“Saya ingin para pemuda dunia, khususnya Indonesia, tidak melupakan budaya bangsanya. Budaya bisa jadi jembatan untuk menghindari xenophobia dan mendorong persatuan global. Harapan saya, forum ini bisa mendukung cita-cita Indonesia mencetak Generasi Emas 2045,” ujar Rifki.
Selain Rifki, Indonesia juga diwakili oleh Athari Farhani (pendiri Juris Polis Institute), Safina Lutfiah Zahro (Ketua MES Rusia), dan Teguh Imanullah (Ketua Badan Perwakilan KNPI Rusia). Mereka turut menyuarakan perspektif Indonesia dalam isu kepemudaan, budaya, dan ekonomi syariah.
Rifki yang juga Wakil Ketua Umum Permira 2023/2024 berkesempatan menjadi narasumber dalam sesi “Culture and Interethnic Dialogue: Bridges between Generations”, membahas pentingnya dialog lintas generasi untuk membangun jembatan antarbudaya.

Forum ini menghasilkan resolusi yang akan disampaikan dalam sidang pleno World Public Assembly, dan selanjutnya direkomendasikan kepada lembaga negara maupun organisasi multinasional.
World Public Assembly sendiri lahir sebagai forum global pertama yang menyatukan LSM, organisasi masyarakat, dan NGO dunia dengan tujuan membangun kontur baru kemitraan internasional yang berlandaskan tanggung jawab bersama, nilai moral, dan penghormatan budaya setiap bangsa. (*/Pou)







