OJK Luncurkan Program EPIKS di Ponpes: Dorong Inklusi Keuangan Syariah dan Pemberdayaan Ekonomi Santri

Rabu, 16 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

[BANTENESIA.NET] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan meresmikan program Ekosistem Pondok Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Karya Pembangunan, Ciracas, Jakarta Timur.

Program ini bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).

Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, Anggota DPR RI Anis Byarwati, serta Direktur Ritel dan Syariah PT Bank DKI, Henky Oktavianus, Ratusan Pelajar, Santri, dan Pelaku Usaha Mikro turut mengikuti kegiatan ini.

Friderica Widyasari Dewi menegaskan pentingnya peran ponpes dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Baca Juga :  OJK Banten Perkuat Literasi Keuangan, Bentengi Masyarakat dari Risiko Investasi Digital

”Program EPIKS diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, serta memperkuat penetrasi produk dan layanan keuangan syariah di kalangan santri,” jelasnya.

Komitmen DPR dan Pemangku Kepentingan

Anggota DPR RI, Anis Byarwati, mengapresiasi langkah OJK dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui EPIKS. Ia menyatakan bahwa DPR siap bersinergi dengan OJK untuk memastikan program ini berjalan maksimal.

“Kami berharap EPIKS dapat menjadi katalisator bagi ponpes lain di Jakarta dan sekitarnya untuk mengembangkan program serupa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Anis juga menekankan pentingnya dukungan regulasi melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah, yang diharapkan semakin memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.

Baca Juga :  Literasi Keuangan Diperkuat, OJK Ajak ASN dan Perempuan Banten Melek Investasi Legal dan Logis

Hasil Nyata dan Pemberdayaan Masyarakat

Sejumlah langkah konkret telah direalisasikan dalam peluncuran program ini:

  • Pembukaan 252 rekening santri dengan total tabungan Rp282,04 juta.
  • Pembukaan 366 rekening untuk guru, staf yayasan, dan pelaku usaha mikro dengan total tabungan Rp1,36 miliar.
  • Penyaluran pembiayaan syariah kepada masyarakat Ciracas dengan plafon Rp1,5 miliar melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Selain itu, kegiatan edukasi keuangan diikuti oleh 1.420 pelajar dan santri. Program ini juga menghadirkan pilot project Eduwisata Hijau Syariah yang mendukung UMKM Hijau dengan mengolah sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly.

Ketua Yayasan Pondok Karya Pembangunan, Sukesti Martono, menyambut positif penunjukan pesantrennya sebagai percontohan EPIKS.

Baca Juga :  Bank Banten Raih Laba Gemilang Rp26,59 Miliar di Usia Ke-8

”Kami berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah inklusif yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan santri,” ujarnya.

Ekspansi Program EPIKS di Berbagai Daerah

Sejak awal 2024, program EPIKS telah berjalan di 10 pondok pesantren dan disiapkan di 20 pesantren lainnya di berbagai wilayah. OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini agar berkontribusi pada ekonomi daerah dan memperkuat inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Dengan peluncuran EPIKS, diharapkan pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. (*/Pou)

Berita Terkait

Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi
20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting
JBB Dukung Kebijakan Pemerintah Siap Menjaga Kamtibmas, Ketum Dahru Taufik: Hirup Rukun Ulah Aya Pasea, Ulah Pake Otot tapi Pake Otak
Sekjen DPP APDESI Merah Putih: Jaga Kekompakan, Dukung Ketua Terpilih Demi Kemajuan Organisasi
Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
Polda Banten Bongkar Peredaran 44.500 Bungkus Rokok Ilegal, Tiga Orang Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:15 WIB

Viral Isu Kemacetan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati: Bukti Antusiasme Masyarakat Sangat Tinggi

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:56 WIB

20.000 Anak PAUD dan SD Ikuti Gerakan Makan Tanpa Drama di Kabupaten Serang, Perkuat Kampanye Hidup Sehat dan Cegah Stunting

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31 WIB

JBB Dukung Kebijakan Pemerintah Siap Menjaga Kamtibmas, Ketum Dahru Taufik: Hirup Rukun Ulah Aya Pasea, Ulah Pake Otot tapi Pake Otak

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:26 WIB

Sekjen DPP APDESI Merah Putih: Jaga Kekompakan, Dukung Ketua Terpilih Demi Kemajuan Organisasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52 WIB

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Berita Terbaru