Mewujudkan SDG’s Melalui Kolaborasi Stakeholder dalam Menciptakan Pendidikan Bermutu untuk Mencapai Indonesia Emas 2045

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi UNPAM Serang, Syifa Aulia Febriana. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi UNPAM Serang, Syifa Aulia Febriana. (Foto: Istimewa)

Ditulis oleh : Mahasiswi UNPAM Serang, Syifa Aulia Febriana

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Pendidikan bermutu itu pondasi utama kalau kita mau lihat masa depan Indonesia jadi lebih maju dan punya daya saing. Sustainable Development Goals (SDG’s) menempatkan pendidikan berkualitas dan inklusif sebagai tujuan ke-4. Semua orang memang punya andil, tapi generasi muda justru berada di garis depan. Kalian punya energi, ide segar, dan semangat yang bisa menggerakkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan. Jangan remehkan peranmu di masa depan pendidikan, sebagian besar, ada di tangan kalian.

Data UNESCO di 2024 bilang, masih ada sekitar 15% anak di Indonesia yang belum dapat akses pendidikan layak. Ini masalah yang nggak bisa diselesaikan sendirian. Makanya, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, sekolah, komunitas, dan kamu sendiri sebagai generasi penerus itu wajib banget.

Baca Juga :  Pancasila: Dari Slogan Menuju Tindakan Nyata

Pemerintah sudah mulai lewat program Merdeka Belajar, mencoba bikin sistem pendidikan yang lebih pas sama kebutuhan zaman sekarang. Sektor swasta sama organisasi juga nggak ketinggalan; mereka kasih inovasi teknologi dan fasilitas buat pendidikan, khususnya di daerah-daerah yang selama ini kurang tersentuh.

Tapi semua usaha ini tidak akan ada artinya tanpa kamu ikut terlibat. Jadilah agen perubahan—terus belajar, kembangkan diri, dan aktif dalam berbagai gerakan pendidikan di sekitarmu. Pakai teknologi digital buat belajar dan berbagi ilmu, ajak juga teman-temanmu biar budaya belajar yang kreatif dan produktif makin nyebar.

Baca Juga :  Edi Santoso: Santri Adalah Kekuatan Moral Bangsa, Harus Mampu Hadapi Zaman Tanpa Hilang Jati Diri

Lihat saja program “Sekolah Digital” di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar. Kementerian Pendidikan menggandeng beberapa raksasa teknologi demi membawa internet dan perangkat belajar digital ke ribuan siswa dan guru di pulau-pulau terpencil. Hasilnya terasa nyata. Siswa makin mudah belajar, guru pun dapat pelatihan yang benar-benar membantu mereka memaksimalkan teknologi di kelas.

Hal serupa juga muncul dari akar rumput. Di Sulawesi Selatan, ada kelompok pemuda yang bergerak cepat. Mereka bikin program bimbingan belajar gratis, mengandalkan kreativitas, media sosial, dan berbagai platform digital. Anak-anak dan remaja di sana lebih antusias belajar, meski fasilitas seadanya.

Cerita-cerita seperti ini jelas menunjukkan satu hal: waktu pemerintah, swasta, dan masyarakat saling bahu-membahu—ditambah semangat anak muda—akses ke pendidikan berkualitas bukan lagi mimpi, bahkan di daerah yang dulu terasa mustahil dijangkau. Perubahan positif memang selalu lahir dari tekad bersama dan langkah-langkah kecil yang tak pernah berhenti.Kamu punya kekuatan besar buat bawa Indonesia ke puncak, menuju Indonesia Emas 2045. Kolaborasi yang solid dan semangat anak muda bisa bikin pendidikan bermutu itu bukan cuma mimpi, tapi kenyataan yang bakal ngangkat bangsa ini ke level global.

Baca Juga :  Reformasi Hukum yang Belum Usai: Antara Harapan Rakyat dan Realita Politik

Ayo, tunjukkan kalau perubahan besar berawal dari langkah kecil yang kamu ambil hari ini. Pendidikan berkualitas itu kunci masa depan yang cerah. Yuk, bareng-bareng kita wujudkan SDG’s dan capai Indonesia Emas 2045!. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52